Jadi Pembicara di Kajian Muslimah, Ustadz Zaen Sampaikan Larangan Mencela Anak

0
307
peserta kajian muslimah di Ponpes Tunas Ilmu

Purbalingga (fokusislam) – Senin (16/11), Berbicara di hadapan hadirin kajian muslimah di Pondok Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga, Ustadz Abdullah Zaen, Lc. MA mengupas nasehat pendidikan anak. Mengangkat ungkapan bijak, “Sesungguhnya banyak mecelaa anak, akan mengakibatkan penyesalan. Teguran dan celaan yang berlebihan akan berakibat anak makin berani melakukan tindakan buruk dan hal-hal tercela.” ustadz menjelaskan materi tersebut selama satu jam.

Dalam pemaparannya Ustadz Abdullah Zaen mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, “Aku telah malayani Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam selama 10 tahun. Demi Alloh, beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan, ‘Mengapa engkau lakukan?’ dan pula tidak pernah mengatakan, ‘Mengapa tidak engkau lakukan?”

Menurut Ustadz, Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik pendidik. Beliau bergaul dengan orang yang beraneka ragam, usia, watak, dan latar belakang sosial. Dan dalam bergaul dengan para pemuda, beliau disebut oleh mereka sebagai guru yang paling lembut dan paling baik. Kebijaksanaan dan kelembutan yang menghasilkan generasi muda yang imannya kokoh, dan bermental baja.

Inilah, kata alumni Universitas Islam Madinah ini, yang membedakan kita dengan beliau. Tergesa-gesa, kurang telaten, dan tidak sabar melihat hasil. Sebagai nasehat, ustadz mengatakan kepada hadirin untuk bersabar menghadapi anak-anak dan memperbaiki cara bergaul dengan mereka.

“Bukan berarti kita membiarkan anak kita tanpa arahan dan mendiamkan kesalahan mereka. Tetap kita ingatkan, namun dengan cara yang lembut, tanpa mencela dan memaki. Kemudian juga mengutamakan kata-kata yang bersifat informatif, dibanding kata-kata yang bersifat instruktif. sehingga anak bisa memahami alasan mengapa ia disuruh mengerjakan ini, dan mengapa ia tidak boleh melakukan itu. lalu ia menjalankannya dengan lapang hati, bukan dengan rasa takut dan juga keterpaksaan.” Jelas pendiri Yayasan Tunas Ilmu ini.

Kajian, yang terbuka untuk kaum muslimin ini, menghadirkan tema yang berbeda-beda setiap pekannya. Umat Islam di tempat lain dapat menyimak materi, tentang pendidikan anak dan Dzikir ini, Radio insani, Radio dan TV Rodja, Radio Bass fm Salatiga, Radio Muslim Jogja. Rekaman kajian dapat diunduh di yufid.tv dan kajian.net.

Rep: Ian/Red: Ariza

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here