Mengenal Lebih Dekat Syaikh Muhammad Al-Arifi

0
3010
Syaikh Muhammad Al-Arifi
Syaikh Muhammad Al-Arifi

Acara Tabligh Akbar yang rencananya akan menghadirkan dai asal Arab Saudi, Syaikh DR Muhammad Al-Arifi sudah beredar luas di media sosial. Bersama dengan pembicara lainnya, Syaikh Al-Arifi dijadwalkan akan berada di Indonesia pada pertengahan Januari 2016 mendatang.

Meskipun acara tersebut belum sepenuhnya terkonfirmasi, banyak sekali statement-statement yang berseliweran terkait dengan acara tersebut. Banyak yang mendukung kehadiran Syaikh Al-Arifi ke Indonesia, dan ada pula yang begitu reaktif memberikan penolakan terhadap kehadiran Syaikh Muhammad Al-Arifi seperti yang dilakukan oleh kelompok syiah.

Supaya lebih bersikap bijak, ada baiknya kita mengenal lebih dekat tentang biografi Syaikh DR Muhammad Al-Arifi. Berikut biografi singkat Syaikh Muhammad Al-Arifi yang dikutip dari situs-situs islam terpercaya, seperti majelis alukah, forsanulhaq dan beberapa rujukan terpercaya lainnya.

Nama lengkap

Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Abdurrahman bin Malahi Al-Arifi Al-Jabiri Al-Khalidi. Lahir dari kabilah Bani Khalid pada tahun 1390 H atau sekitar 1970 M di kota kecil Al-Quway’iyah, namun tumbuh besar di kota Dammam.

Syaikh Al-Arifi menempuh pendidikan dasar di kota tersebut sampai meneruskan ke jenjang kuliah. Saat kuliah, Syaikh Al-Arifi mengambil jurusan Ushuluddin di Imam Muhammad ibn Saud Islamic University dan lulus pada tahun 1411 H. Syaikh Al-Arifi kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya di Universitas yang sama dan meraih gelar S2 (1416 H).

Selanjutnya Syaikh Al-Arifi melanjutkan program doktoral di universitas yang sama. Disertasi beliau berjudul “Pendapat-pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang kelompok Shufi” (1421 H).

Berguru dengan Para Ulama

Selain menempuh pendidikan formal, Syaikh DR Muhammad Al-Arifi juga duduk belajar di majlisnya para ulama. Berikut nama guru-guru Syaikh Muhammad Al-Arifi :

  • Syaikh Abdullah bin Baz. Syaikh Al-Arifi belajar Fikih dan Tafsir kepada Syaikh Abdullah bin Baz dalam rentang waktu yang tidak bisa dibilang sebentar. Enam tahun Syaikh Al-Arifi belajar kepada Syaikh bin Baz sejak 1413-1419 H
  • Syaikh Abdullah Jibrin. Kepadanya, Syaikh Al-Arifi belajar fikih dan tauhid dari 1413-1421 H.
  • Syaikh Abdul Karim Al-Lahim. Kepadanya Syaikh Al-Arifi mempelajari ilmu Faraidh
  • Syaikh Abdurrahman Nashir Al-Barak.
  • Syaikh Al-Arifi juga mendapat ijazah Al-Quran dari beberapa orang Qurra.
  • Dan beberapa ulama lainnya

Kegiatan Sehari-hari

Sebagai seorang dai, Syaikh Al-Arifi tidak lepas dari kegiatan agama. Selain menjadi khatib di salah satu masjid di Riyadh, Syaikh Al-Arifi juga mendapat kehormatan untuk menjadi penasihat dalam berbagai lembaga Islam. Syaikh Al-Arifi juga menjadi anggota Persatuan Internasional Ulama Muslimin (International Union of Muslim Scholars/IUMS).

International Union of Muslim Scholars
International Union of Muslim Scholars

Syaikh Al-Arifi juga aktif berbicara di berbagai televisi dan internet untuk menyampaikan dakwahnya.

Jihad Suriah

Nama Syaikh Muhammad Al-Arifi semakin dikenal saat revolusi Suriah meletus. Pasalnya, dengan retorika bahasa yang mumpuni, Syaikh Al-Arifi berhasil menyadarkan banyak orang akan krisis yang sebenarnya terjadi di Suriah. Dengan penyampaiannya, Syaikh Al-Arifi membuat rezim diktator Bashar Assad ketar-ketir.

Makanya, tak aneh jika kemudian Syaikh Al-Arifi menjadi salah satu musuh rezim Suriah. Bahkan salah satu media nasional Suriah tidak segan untuk melontarkan fitnah terhadap Syaikh Al-Arifi (insya Allah akan dibahas pada tulisan berikutnya).

Red : Aziz Rachman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here