Semangat Jamaah Masjid Imam Syafi’i Banjarmasin Menghadiri Majelis Ilmu

0
2002
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

BANJARMASIN (fokusislam) – Sholat Ashar berjamaah baru saja selesai dilaksanakan. Para jamaah yang memadati ruangan masjid Imam Syafi’i jalan AMD Raya Pemurus Dalam Banjarmasin tak bergegas pergi meninggalkan masjid. Sebagian ada yang duduk-duduk di teras sambil mengobrol, sebagian yang lain ada yang melantunkan tilawah Al Qur’an dengan lirih.

Hari Jumat (20/11/2015) adalah hari istimewa bagi para jamaah masjid.  DKM menghadirkan penceramah asal pulau Jawa. Kedatangan da’i tersebut bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Komunitas Pengusaha Muslin Indonesia (KPMI) ke-4 di Banjarmasin.

Usai sholat Ashar, jamaah tak sabar untuk segera mendengarkan taushiyah yang disampaikan oleh Pembina KPMI Ustadz Ammi Nur Baits.

Tepat pukul 16.00 WITA, Ustadz Ammi Nur Baits memulai taushiyahnya. Ada seribuan jamaah yang hadir, termasuk peserta Rakernas KPMI yang berjumlah 50 orang.

Materi yang disampaikan oleh Ustadz Ammi adalah tentang akidah, membahas kitab “Al Qowa’id Al Arba”, karya populer ulama ternama yaitu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Acara berlangsung hingga pukul 20. 30 WITA, jamaah yang hadir tetap utuh seperti pada pertama acara dimulai. Mereka beristirahat saat sholat Maghrib dan Isya. Selebihnya, mereka mendengarkan penjelasan Ustadz dengan tenang dan khusyuk.

Jamaah dari Berbagai Daerah

Jamaah yang menghadiri tabligh akbar di masjid Imam Syafi’i ini bukan hanya dari Banjarmasin saja, tetapi dari berbagai daerah yang jaraknya cukup jauh dari lokasi masjid.

Fitrah, salah seorang pemuda yang ditemui oleh Fokus Islam, menceritakan betapa jauhnya jarak antara rumahnya dengan masjid Imam Syafi’i.

“Saya dari Batulicin berangkat pagi-pagi. Menggunakan kendaraan roda dua hampir 8 jam perjalanan,” kata Fitra.

Fitrah mengaku rutin hadir di pengajian yang diselenggarakan DKM Imam Syafi’i. Jarak yang jauh tak menjadikannya malas dan enggan untuk menghadiri majelis ilmu.

“Dari sini sangat jauh, tapi kita selalu berangkat kalau ada tabligh akbar. Berangkat dengan teman-teman, menggunakan 2 kendaraan,” ujar Fitrah.

Untuk tempat menginap, Fitra dan kawan-kawannya tak terlalu bingung karena sudah disiapkan tempat oleh pihak DKM.

“Menginap disini, kita sudah biasa dan banyak juga ikhwan-ikhwan lain yang berasal dari jauh menginap. Apalagi ini acara berlangsung sampai 3 hari,” terang Fitrah.

Fitrah bercerita, dirinya tertarik hadir di tabligh akbar karena materi yang berbobot dan sangat ilmiyah. “Ini Ustadz yang datang dari Jawa, saya biasa mendengar dan melihat ceramahnya di tv dakwah, makanya saya usahakan bisa datang kesini,” tegas Fitrah.

Tabligh Akbar Rutin

Ketua panitia tabligh akbar, Sucipto, mengatakan bahwa pihaknya rutin mengundang para da’i dari Jawa.

“3 bulan sekali kita undang ustadz untuk mengisi tabligh akbar disini. Kita undang para jamaah dan ikhwan-ikhwan yang ada di sekitar Banjarmasin” ujar Sucipto.

Sucipto menambahkan, ada beberapa da’i ternama yang sudah pernah mengisi tabligh akbar di masjid Imam Syafi’i. “Ada Ustadz Firanda yang mengisi kesini,” terang Sucipto.

Bahkan, lanjut Sucipto, Ustadz Firanda pernah berhari raya di Banjarmasin dan menyampaikan Khutbah. “Khutbah Id lalu Ustadz Firanda disini,” papar Sucipto.

Ketua DKM Imam Syafi’i, Nanang, mengatakan bahwa jamaah masjid yang dikelolanya itu selalu penuh dengan jamaah. “Alhamdulillah jamaah masjid penuh terus,” ucap Nanang.

Selain acara tabligh akbar, DKM menyelenggarakan pengajian rutin harian. “Ustadz Ahmad Zainuddin dan Ustadz Khairullah rutin mengisi pengajian disini. Hampir setiap hari ada pengajian dan banyak yang hadir,” terang Nanang.

Rep: Budi Marta

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here