Sahabat Nabi Rela Rugi Dagang Demi Mentaati Allah dan Rasul-Nya

0
180
Ustadz Ammi Nu Baits di majsid Nurul Iman Kuningan (Foto: Anang Supriyadi)

KUNINGAN (fokusislam) – Al-Qur’an dan Sunnah adalah sumber utama yang mesti dijadikan rujukan oleh setiap muslim. Perintah Allah dan Rasul-Nya tak patut untuk ditentang apapun alasannya.

Dahulu para sahabat nabi adalah orang-orang yang bersemangat dalam menapaki kebenaran. Segala yang datang dari Allah dan Rasul selalu dipatuhi meskipun secara ekonomi terbilang rugi.

Ustadz Ammi Nur Baits dalam tabligh akbar bertema “Pedagang yang Dirindukan Syurga” di masjid Nurul Iman Komplek stadion Kuningan, Jawa Barat, Ahad (6/12/2015)  menceritakan bagaimana dahulu para sahabat rela rugi materi dalam jumlah besar demi menjalankan perintah Allah.

“Saat itu khomr belum diharamkan, seorang sahabat nabi bernama Abu Tholhah membuat khomr. Dana pembuatannya diambil dari harta anak yatim, jumlah khomr tersebut sangat banyak, yang akan di ekspor ke luar Madinah,” kata Ustadz Ammi.

Setelah khomr sudah siap untuk dipasarkan ke luar negeri, Allah Ta’ala menurunkan ayat tentang pengharaman khomr secara muthlak.

“Abu Tholhah kebingungan karena modal untuk membuat khomr sangat besar, apalagi diambil dari uang amanah milik anak yatim,” ujar Ustadz Ammi.

Mendapati hal ini maka Abu Tholhah meminta keringanan kepada Rasulullah agar khomr yang sudah siap dipasarkan diubah menjadi cuka.

“Rasulullah tetap menolak mengubah khomr tersebut menjadi cuka,” ucap Ustadz Ammi.

Mendapati hal ini, Abu Tholhah taat dan patuh sepenuhnya kepada Allah dan Rasul-Nya, menerima dengan pasrah. “Kalau itu menimpa kita bisa jadi akan stress berat, karena kerugian yang besar. Tapi para sahabat nabi betul-betul sami’naa wa atho’naa,” ujar Ustadz Ammi.

Pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) ini kemudian memberikan contoh yang lainnya, berupa pengharaman keledai jinak. Dimana pada saat itu para sahabat nabi sudah menyembelihnya tapi Allah menurunkan ayat yang mengharamkannya.

“Keledai jinak sudah disembelih dan Allah turunkan pengharamannya. Para sahabat nabi menerima, tak ada yang menolak atau protes,” terang Ustadz Ammi.

Hal ini jelas berbeda dengan keadaan zaman ini, Ustadz Ammi menyentil tentang pengharaman rokok yang banyak menuai pro kontra karena alasan ekonomi.

“Kalau kita sekarang protes. Rokok dihukumi haram oleh para ulama dan ormas Islam banyak yang menolak karena alasan ekonomi. Mereka beralasan kalau rokok diharamkan nanti petani tembakau dan karyawan pabrik akan makan apa,” papar Ustadz Ammi.

“Sahabat nabi tidak ada yang begitu. Kalau sudah ada perintah dari Allah dan Rasul-Nya maka semuanya taat. Tidak protes dengan alasan ekonomi dan devisa. Devisa itu harus tunduk pada syariat,” tegas Ustadz Ammi.

Rep: Budi Marta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here