Sejenak Bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq

0
362
ilustrasi
ilustrasi

Siapakah diantara kita yang tak mengenal sosok yang satu ini. Seorang sahabat yang selalu menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, baik dikala mukim (menetap) ataupun ketika safar (bepergian). Ia ikut serta dalam semua peperangan melawan musuh-musuh islam sepertu perang badar, perang uhud, perang khondaq (ahzab) dan lain sebagainya. Ia juga yang mengimami kaum muslimin tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sakit.

Dan kisah perjalanannya tatkala menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah dari Mekkah ke Madinah telah diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam ayat-Nya :

إلاَّ تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِيْ الْغَارِ إِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا

“Jika kalian tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari mekkah), sedang dia salah seorang dari dua orang ketika ketika keduanya berada dalam gua ketika dia bekata kepada sahabatnya (Abu bakar) : janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” (QS At-Taubah : 40).

Kedudukan Abu Bakar dalam Islam

Namanya adalah Abdullah bin Abi Quhafah bin Utsman bin Amir bin Amr Al-Qurasyi. Ialah orang pertama dari golongan laki-laki yang masuk islam. Ia juga adalah salah seorang dari 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Selain itu juga ia menjadi mertua Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam dimana beliau menikahi Aisyah. Ia jugalah satu-satunya orang yang membenarkan peristiwa agung yaitu isro’ mi’roj ketika orang-orang kafir Quraisy mendustakannya.

Oleh karena itulah ia dijuluki dengan gelar “Ash-Shiddiq” yang artinya “orang yang senantiasa membenarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia memiliki empat orang istri dan beberapa orang anak. Dan dari hasil didikannya, purta-putrinya tumbuh menjadi para pembesar islam, diantaranya Aisyah Ummul Mu’minin, Asma, Abdullah, dan Ummu Kultsum RodhiyAllahu ‘anhum ajma’in.

Keutamaan Abu Bakar

Banyak sekali hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menunjukkan akan keutamaan yang dimiliki Abu Bakar.

  1. Suatu ketika ‘Amr bin Ash bertanya kepada Rasulullah :“Siapakah manusia yang paling engkau cintai?” beliau menjawab :“Aisyah”, Amr bin Ash bertanya lagi:“dari kalangan laki-laki”? beliau menjawab :“ayahnya (yaitu Abu Bakar)” kemudian Amr bertanya lagi “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab : “Umar bin Khottob” (Muttafaq ‘Alaih)
  2. Umar bin Khottob berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk bersedekah, ketika itu aku memiliki harta, (dalam hatiku) aku berkata : pada hari ini saya akan unggul dari Abu Bakar, meskipun cuma satu hari”. Lalu aku mendatangi Rasulullah hollAllahu ‘alaihi wasallam dengan membawa setengah harta yang kumiliki, lalu Rasulullah bertanya : “apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?”aku menjawab : “sama, seperti yang aku sedekahkan”. Kemudian Abu Bakar datang dengan membawa semua harta yang ia miliki, Beliau bertanya kepadanya :”wahai Abu Bakar,apa yang engkau sisahkan untuk keluargamu?” Ia menjawab:”Aku menyisahkan Allah dan Rosul-NYA untuk mereka.”,Aku (Umar) berkata:” Demi Allah aku tidak akan pernah bisa mengungguli Abu Bakar selamanya.”(At-Tirmidzi)
  3. Anas bin Malik mengabarkan bahwasanya Rasulullah   shallallahu ‘alaihi wasallam berkata tentang Abu Bakar dan Umar,”dua orang ini pemimpin penduduk surga( kalangan dewasa ) dari generasi pertama sampai akhir,tetapi bukan untuk para nabi dan rosul.”(At-Tirmidzi).
  4. Umar bin Khottob berkata:”seandainya keimanan Abu Bakar di timbang dengan umat ini niscaya keimanan Abu Bakar lebih berat.”(At-Tirmidzi)

Dan masih banyak lagi riwayat-riwayat yang mengkhabarkan akan keutamaan Abu Bakar. Namun ada saja orang atau kelompok yang menjelek-jelekkan, melaknat bahkan menyatakan bahwa abu bakar murtad sepeninggal Rasulullah. Mereka itu orang-orang Syi’ah Rofidhoh atau orang-orang yang sejalan dengan mereka.

5. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, tatkala terjadi perang Uhud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman naik ke atas bukit Uhud,kemudian bergetarlah bukit uhud. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata :

اثْبُتْ يَا أُحُدُ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِيٌّ وَصِدِّيْقٌ وَشَهِيْدَانِ

Artinya : “tenanglah uhud, sesungguhnya diatasmu ada seorang nabi, seorang shiddiq, dan dua orang syahid” (Muttafaq ‘Alaih)

Wafatnya Abu Bakar

Setelah menjadi kholifah kaum muslimin selama dua tahun dengan kepemimpinannya yang gilang gemilang, pada bulan jumadil akhir tahun 13H Abu Bakar Ash-Shiddiq menderita sakit (yang berakhir dengan kematian beliau), ketika itu para sahabat menganjurkan untuk di hadirkan dokter, namun beliau menolak dengan alas an bahwa beliau merasa akan dekat ajalnya. Melihat kondisi ayahnya tersebut, putrinya ‘Aisyah melantunkan bait syair, yang menggambarkan kesedihannya. ‘Aisyah bersyair :

لَعَمْرُكَ مَا يُغْنِي الثَّراءُ عَن اْلفَتَى               إِذَا حَشْرَجَتْ يَوْمًا وَضَاقَ بِهَا الصَّدْرُ

“duhai sungguh kekayaan itu tidak berguna bagi seseorang

apabila nyawanya sudah berada di tenggorokan dan dadanya terasa sempit”

Kemudian Abu Bakar menatap putrinya sambil berkata : “Alangkah bagusnya jika engkau mengucapkan:

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ

“Dan datanglah sakarotul maut dengan,sebenar-benarnya.itulah yang dahulu engkau hindari”(Qof ; 19)

Lalu Abu Bakar berkata: ”Lihatlah pada dua baju (pakaian)ku ini, basuhlah keduanya dan kafanilah aku dengan keduanya,karena orang yang hidup lebih membutuhkan yang baru daripada yang akan meninggal.”

Ia berwasiat agar dikebumikan di samping kuburan Nabi.

Penutup

Demikianlah riwayat hidup seorang hamba Allah yang mulia dan terbaik dari kalangan umat ini. Di dalamnya terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mau berfikir.

Oleh: Fikrul Hafidz
Red : Aziz Rachman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here