Jelang Penutupan Tahun, MUI Sampaikan 8 Poin Taushiyah Akhir Tahun 2015

0
158
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA (fokusislam) – Menjelang tahun 2016 yang akan segera datang, Majelis Ulama Indonesia Indonesia (MUI) memberikan Taushiyah Akhir Tahun 2015. Acara taushiyah bertempat di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2015).

Dalam taushiyah singkat yang dihadiri puluhan awak media cetak, elektronik maupun online ini, Dr. K.H. Ma’ruf Amin, selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI menyampaikan 8 poin sebagai berikut:

  1. Mengajak masyarakat dan seluruh komponen bangsa untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur, berdoa, bermuhasabah dan memohon kekuatan, hidayah serta taufik dari Allah Azza wa Jalla guna menyongsong tahun baru 2016 dengan semangat dan optimisme yang tinggi, dan menghimbau agar dalam menghadapi pergantian tahun 2015 hendaknya dilakukan dengan kesederhanaan, menghindarkan sikap berlebihan (tabdzir), hedonisme, tamak dan rakus serta perilaku menyimpang lainnya.
  2. MUI mengapresiasi atas segala upaya Pemerintah dan komponen masyarakat dalam mewujudkan suasana kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin baik di Indonesia. Terhadap kasus-kasus yang terjadi dan melibatkan antarumat beragama, seperti kasus Tolikara- Papua dan Aceh Singkil, MUI mendorong kepada aparat terkait agar secara adil menegakkan hukum terhadap pelaku kerusuhan tersebut.
  3. MUI menghimbau kepada penegak hukum dan pihak terkait agar bertindak secara tegas terhadap tindakan penyalahgunaan simbol-simbol agama Islam, seperti pembuatan terompet yang mempergunakan sampul Al-quran, sandal bermotif tulisan Allah, celana jins bertuliskan surat Al-Ikhlas, kerudung bermotif wanita telanjang, dll.
  4. Etika berbangsa dan bernegara yang dipraktekan oleh elit politik dan pejabat publik hendaknya menjadi tauladan bagi warga bangsa. Untuk itu, MUI mendorong kepada pejabat publik untuk menegakkan integritas dalam menjalankan amanah sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan dan sumpah jabatan.
  5. Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan persaingan global, Mui menghimbau pemerintah dan seluruh komponen bangsa agar meningkatkan daya saingnya dan juga secara bersungguh- sungguh menggunakan potensi ekonomi dalam negeri secara produktif, baik yang berasal dari sumber daya alam (hilirisasi industry) maupun pengembangan industry manufacture serta peningkatan ekspor jasa.
  6. Dalam rangka menghadapi terorisme, liberalisme dan radikalisme global, MUI mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengarus-utamakan penerapan Islam Wasathiyah sebagai model pengamalan agama Islam di Indonesia, Asean, dan Dunia.
  7. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi syariah serta produk halal di Indonesia sampai akhir tahun 2015 belum menunjukkan hasil yang optimal. Untuk itu, MUI meminta kepada Pemerintah agar memiliki political will dan keberpihakan terhadap sektor ekonomi syariah dan produk halal agar tahun 2016 dapat mnjadi momentum dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dan produk halal dunia.
  8. Mengingatkan perilaku korupsi yang masih mengakar dikalangan para pakar jabat publik, maka Mui mendesak Pemerintah dan instasi terkait agar secara tegas dan konsisten melakukan pencegahan dan penindakan terhadap praktik dan perilaku korupsi agar kemakmuran rakyat dapat tercapai.

Rep : Anang Supriyadi
Red : Aziz Rachman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here