Siapakah Orang Yang Bangkrut?

0
454
ilustrasi Muflis
ilustrasi Muflis

Kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang abadi. Akan ada saatnya seseorang kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amalan-amalannya di dunia. Saat itulah, manusia ada yang mendapatkan keberuntungan, ada pula yang mengalami kerugian.

Selain itu, ada juga orang-orang yang bangkrut. Lantas, siapakah orang-orang yang bangkrut?

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan para sahabatnya perihal orang yang bangkrut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ؟» قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ قَالَ: «فَإِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَزَكَاةٍ وَصِيَامٍ، قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُقْضَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”. Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)

Imam An Nawawi rahimahullah di dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan: “Sesungguhnya orang bangkrut yang sebenarnya adalah apa yang tersebut di dalam hadits ini, yaitu orang yang celaka dengan keadaan yang parah dan bangkrut secara pasti karena pahala kebaikannya diambil untuk para korban (kezaliman) nya. Apabila kebaikannya telah habis, maka kesalahan mereka akan diambil lalu diletakkan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka. Maka lengkaplah kerugiannya, kehancurannya, dan kebangkrutannya,”

Para ulama menegaskan bahwa itu semua terjadi karena salah satunya adalah disebabkan karena lisan yang tidak terjaga. Maka jagalah lisan kita seraya kita terus berdoa agar kita dijauhkan dari golongan orang-orang yang bangkrut. (azman)

Diterjemahkan secara bebas dari situs islamweb.net dan saaid.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here