Jadi Hafidz Cilik, Padahal Belum Pernah Sekolah dan Mondok di Pesantren, Dimana Musa Belajar?

0
1414
Musa dengan celana cingkrangnya
Musa dengan celana cingkrangnya

JAKARTA (fokusislam) – Nama Musa kian dikenal banyak orang. Bocah berusia tujuh tahun ini beberapa hari lalu meraih juara ketiga pada lomba Hifdzul Qur’an  internasional yang dilaksanakan di Mesir.

Musa mengikuti lomba cabang Hifdzul Quran 30 juz untuk golongan anak-anak, dan merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba, karena peserta lainnya berusia di atas sepuluh tahun.

Jumlah peserta pada lomba yang diselenggarakan di kota Sharm El-Sheikh ini mencapai 80 orang yang terdiri dari 60 negara antara lain Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, Indonesia dan negara-negara lainnya. Dalam hal ini, Musa merupakan utusan Indonesia satu-satunya yang berpartisipasi pada perlombaan tersebut.

Melihat kemampuan Musa dan usianya yang masih sangat muda, banyak hadirin yang terkagum-kagum, bahkan Ketua Dewan Juri Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Persatuan Qurra Mesir dan sejumlah hadirin meneteskan air mata.

Dilansir laman resmi Kementrian Luar Negeri RI, Menteri Wakaf Mesir Prof. Dr. Mohamed Mochtar Gomaa memanggil Musa dan ayahnya, La Ode Abu Hanafi secara khusus. Pada kesempatan tersebut Menteri Gomaa atas nama Pemerintah Mesir mengundang Musa dan ayahnya pada peringatan Malam Lailatul Qadar yang diadakan pada Ramadhan mendatang.

Disebutkan pula bahwa Presiden Mesir akan memberikan penghargaan secara langsung kepada Musa. Pemerintah Mesir akan menanggung biaya tiket dan akomodasi selama mereka berada di Mesir. Menteri Gomaa menyampaikan takjubnya kepada Musa yang berusia paling kecil dan tidak bisa berbahasa Arab, tapi menghapal Al-Quran dengan sempurna.

Musa Belajar Dimana?

Musa tidaklah begitu saja menjadi seorang hafidz Al-Quran. Ia dididik penuh oleh kedua orang tuanya. La Ode Abu Hanafi, ayah Musa sangat semangat dan gigih dalam mendidik anaknya agar menjadi penghafal Alquran.

Dalam beberapa kesempatan, Ayah Musa menuturkan bahwa keinginan dan tekadnya yang kuatlah yang menjadikan Musa seperti saat ini.

Dilansir Gema Islam, ayah Musa selalu membangunkan anaknya ini setiap pukul 3 dini hari untuk membaca dan menghafal Al-Quran sampai matahari terbit. Dibimbing dan dididik sendiri.

Selain diajari untuk mencintai Al-Quran, Musa selalu dididik untuk mencintai majelis ilmu. Bahkan jika diajak untuk hadir dipengajian, bocah sekecil itu duduk konsentrasi memperhatikan dan betul-betul mendengarkan apa yang disampaikan oleh penceramah.

Ustadz Rohmanto, kawan La Ode Abu Hanafi dalam pesan yang beredar di aplikasi whatsapp, yang mengetahui keseharian musa menuturkan bahwa Musa saat ini juga sudah menghafal beberapa kitab hadits seperti Arba’in Nawawi, Bulughul Maram dan Umdatul Ahkam.

Untuk pergaulan, orang tua Musa juga menjaga betul anaknya agar tidak sembarangan bergaul dengan orang-orang yang masih belum diketahui agamanya.

“Bisa dikatakan, Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan,” kata Rohmanto.

Dirumah juga Musa tak pernah menonton televisi karena memang orang tuanya tidak memiliki televisi di rumah. “Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi,” ujarnya.

Meski demikian Musa diberikan kesempatan untuk bermain, biasanya dilakukan sore hari setelah ashar sampai menjelang maghrib.

Ada satu hal yang sangat menakjubkan, dimana banyak orang ingin memiliki anak seperti Musa, bahkan tak sedikit sekolah mengundang Musa dan ayahnya untuk berbagi tips dalam menghafal Al-Qur’an.

“Padahal semua tahu, Musa kan tidak sekolah. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang tidak sekolah,” tandasnya.

Seperti diketahui, orang tua Musa fokus mendidik anak-anaknya bahkan ayahnya tidak bisa pergi jauh dari Musa karena kesehariannya harus mengajarkan Musa dan adik-adiknya. Profesi ayah Musa sebagai pedagang dan berkebun, sehingga pekerjaannya tidak menghalanginya untuk mengajari sendiri anak-anaknya. (ibnu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here