Faedah Tabligh Akbar Syaikh Sa’ad Asy Syatsri di Masjid Kampus UGM

0
654
Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri
Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri

YOGYAKARTA (fokusislam) – Ulama asal Kerajaan Arab Saudi Syaikh DR. Sa’ad Asy Syatsri mengisi tabligh akbar di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada Senin (18/4/2016). Acara yang  diselenggarakan selepas sholat maghrib ini dengan tema “Untaian Nasehat Untuk Kaum Muslimin” diterjemahkan oleh Ustadz Rizal Yuliar.

Berikut ini ringkasan faedah tabligh akbar tersebut, seperti dicatat oleh Pecinta Sunnah  Jogja dan dipublikasikan Abu Zakariya Sutrisno:

Pertama, sebagai seorang muslim harus menjaga lisannya dari perkataan yang buruk, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah perkataan yang baik atau diam”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Menjaga perilaku dalam menyebarkan informasi, hendaknya cek dan ricek ketika menerima berita apalagi berita tersebut dari orang fasik. Wajib diteliti kebenarannya dan tidak sembarangan menyebarkan informasi. Hendaknya menyebarkan informasi yang baik baik saja (ilmu agama,bisnis yang halal, dsb)

Allah berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang telah berdosa jika menyampaikan seluruh yang ia dengar”

Syaikh Saad Asy Syatsri tabligh akbar di Masjid Kampus UGM (dari arah belakang)
Syaikh Saad Asy Syatsri tabligh akbar di Masjid Kampus UGM (dari arah belakang)

Kedua, menjaga persaudaraan dengan kaum muslimin, tidak memecah belah dengan mengadu domba/fitnah.

Dalam sebuah hadits marfu’ yang diriwayatkan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu disebutkan, “Tidak akan masuk surga bagi Al Qattat (tukang adu domba).” (HR. Al Bukhari)

Termasuk taat dan patuh kepada pemerintah yang sah dengan tidak menghiraukan pihak pihak yang menjelek jelekan pemerintah.

Ketiga, menjaga kehormatan saudara seiman diantaranya tidak memanggil dengan panggilan yang buruk dan tidak menghibah saudara seiman.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan (seperti ghibah. pent) atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal shalih maka akan diambil seukiran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449, hadis Abu Hurairah.

Keempat, sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, ada 6 kiat untuk mencapai surga firdaus yaitu :

  1. Sholat khusyu’
  2. Meninggalkan hal sia sia baik dalam perkataan dan perbuatan
  3. Membayar zakat
  4. Menjaga amanah
  5. Menjaga kemaluan
  6. Menjaga sholat 5 waktu

Kelima, mengiringi setiap perbuatan buruk dengan perbuatan baik, karena perbuatan baik tersebut dapat menghapus keburukan tersebut.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya) “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (Qs. Huud: 114).

Seperti diketahui, Syaikh Sa’ad Asy Syatsri adalah dosen Ushul Fikih di Universitas Malik Saud Riyadh, Arab Saudi. Beliau juga termasuk ulama yang bertugas sebagai penasehat raja Salman. (ibnu)

LEAVE A REPLY