Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal Meninggal Dunia, Umat Islam Indonesia Berduka

0
401
Jenazah KH. Ali Mustafa Ya'qub sedang disholati di masjid pesantren Darus Sunnah Jakarta
Jenazah KH. Ali Mustafa Ya'qub sedang disholati di masjid pesantren Darus Sunnah Jakarta

JAKARTA (fokusislam) – Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roji’un. Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. DR. KH. Ali Mustafa Ya’qub meninggal dunia pada Kamis (28/4/2016) pagi pukul 06.00 wib.

Usai dipastikan meninggal, tersebar pesan berantai di media sosial. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah berpulang ke rahmatullah, guru kita, Prof. DR. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA, hari ini pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina, Ciputat. Semoga amal baik beliau dierima di sisi Allah swt dan diampuni dosa-dosanya,” tulis sebuah pesan yang beredar.

Sakit Apa?

Perwakilan keluarga almarhum, Ali Nurdin, mengatakan, sebelum meninggal dunia, KH. Ali merasa tidak enak badan.

“Beliau seperti tidak enak badan, dibawa ke rumah sakit, kemudian kata dokter tidak ada apa-apa hanya masuk angin,” kata perwakilan keluarga Ali Nurdin di Ciputat, Tangerang Selatan, seperti dilansir Antara.

Ali menceritakan, sejak Rabu, KH Ali Mustafa merasa kelelahan setelah banyak sekali acara yang dia hadiri.

Kemudian, Rabu malam dilarikan ke rumah sakit yang lalu dinyatakan dokter bahwa dia tidak mengidap penyakit yang serius. Setelah itu dia kemudian pulang ke rumah dan beristirahat.

KH Ali Mustafa sempat shalat subuh pada Kamis pagi, setelah itu, ulama  kelahiran Batang 2 Maret 1952 ini pergi ke kamar mandi, kemudian kembali ke kamar dengan kondisi masih lemas.

“Karena terlihat masih lemas, jadi keluarga kembali membawa ke rumah sakit. Saat mau rekam jantung, dokter menyatakan beliau sudah meninggal dunia,” ujar Ali.

Menurut Ali, almarhum memiliki riwayat penyakit diabetes, sehingga kerap membawa vitamin dan menjaga pola makan.

Sang Anak Masih Dakwah di Amerika

Putera tunggal KH Ali Mustafa Ya’qub, bernama Ziaul Haromain (24), masih berada di New York, Amerika Serikat, saat ayahnya meninggal dunia Kamis (28/4/2016).

“Saat dikabari oleh sang ibu, Ziaul masih di New York, mengajar di Lembaga Darul Ulum, New York, Amerika Serikat,” kata perwakilan keluarga, Ali Nurdin, di Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (28/4/2016)

Menurut dia, Ziaul telah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, jurusan Syariah.

Sebelum lanjut mengenyam pendidikan master, Ziaul ingin mencari pengalaman dengan mengajar, sehingga ia pergi ke lembaga di Amerika Serikat, di mana sang ayah menjadi penasehat di sana.

“Beliau dikirim untuk mengajar dan membina kaum Muslim yang ada di Amerika Serikat,” tukas Ali.

Setelah dikabari terkait meninggalnya sang ayah, belum dapat dipastikan kapan anak semata wayang KH Ali Mustafa Ya’qub akan tiba di Tanah Air.

“Kami belum tahu, tapi sebelum meninggal, almarhum sempat bilang kangen dengan anaknya,” kata Ali.

Meninggalnya KH. Ali Mustafa Ya’qub membuat duka umat Islam Indonesia. Mulai dari pejabat, pengusaha, ulama, tokoh masyarakat hingga masyarakat awam merasa kehilangan ulama ahli hadits ini. Mereka semua mendoakan kebaikan bagi beliau. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosanya, merahmatinya dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala. (ibnu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here