10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga, Siapa Sajakah Mereka? (Bag 2)

0
283
sepuluh sahabat masuk surga
sepuluh sahabat masuk surga

Keberadaan para sahabat dan peran mereka dalam menyebarkan dakwah Islam tidak bisa dipandang sebelah mata. Berkat izin Allah, kegigihan dakwah Rasululah dan kesungguhan para sahabat, Islam bisa dinikmati oleh semua orang yang ada di berbagai penjuru dunia.

Karena itulah Allah dan Rasul-Nya memberikan pujian dan keridhaan kepada para sahabat. Allah berfirman :

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِ‌ينَ وَالْأَنصَارِ‌ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّ‌ضِيَ اللَّـهُ عَنْهُمْ وَرَ‌ضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِ‌ي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ‌ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”(QS. at-Taubah : 100).

Dan diantara banyaknya para sahabat, ada sepuluh diantaranya yang telah mendapatkan jaminan surga. Mereka disebut dengan Al-Asyratul Mubassyarun Bil Jannah.

Baca : 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga, Siapa Sajakah Mereka? (Bag 1)

Siapa sajakah mereka?. Berikut profil singkatnya (lanjutan dari tulisan pertama) :

  1. Thalhah Bin Ubaidillah

Thalhah menerima ajaran agama Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq dan termasuk orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Thalhah selalu ikut disetiap peperangan, kecuali Perang Badar karena Thalhah sedang mencari kabar dan mengawasi pergerakan orang-orang kafir Quraisy di Syam.

Keberanian Thalhah tergambar di dalam perang Uhud, tatkala ia menjadi pelindung dan orang yang mempertahankan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga Rasulullah terhindar dari mata pedang musuh. Akan tetapi akibatnya, putuslah jari-jari Thalhah. Karena itulah kemudian Rasulullah menjulukinya dengan Thalhah Al-Khair.

Thalhah Bin Abdullah wafat dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.

  1. Sa’ad Bin Abi Waqqash

Mengikuti Islam sejak remaja yakni ketika ia berumur 17 tahun. Berdasarkan catatan sejarah, Sa’ad adalah orang pertama yang menumpahkan darah kaum Musyrikin. Hal itu terjadi tatkala kaum Musyrikin menghalang-halangi kaum muslimin tatkala hendak melaksanakan shalat di salah satu sudut kota Mekkah. Maka bangkitlah Sa’ad bin Abi Waqqash dengan membawa potongan tulang unta dan memukul salah seorang dari kelompok Musyrikin.

Sa’ad juga mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah, dan bahkan pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Sa’ad adalah panglima perang dalam pertempuran Al-Qadisiyah yang begitu melegenda.

  1. Said bin Zaid

Said bin Zaid adalah sepupu Umar Bin Khattab, sekaligus suami dari adiknya yaitu Fathimah bintu Al-Khattab. Ia mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar karena Said bin Zaid bersama Thalhah Bin Ubaidillah diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memata-matai gerakan musuh (Quraisy). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.

  1. Abdurrahman Bin Auf

Termasuk diantara delapan orang pertama yang memeluk Islam. Tatkala Abu Bakar As-Shiddiq menawarkan agama Islam kepadanya, tanpa keraguan sedikitpun Abdurrahman bin Auf langsung pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Abdurrahman bin Auf adalah seorang pedagang kaya raya yang sangat terhormat. Ketika berhijrah ke kota Madinah, Abdurrahman tidak membawa banyak hartanya. Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf dan Saad bin Rabi’, Saad menawarkan harta untuk diberikan kepada Abdurrahman bin Auf. Dengan kehormatan diri, Abdurrahman berkata : “Semoga Allah memberkahi harta dan keluargamu, tapi cukuplah engkau menunjukkan di mana pasar berada”. Setelahnya Abdurrahman bin Auf pergi ke pasar untuk berjual-beli, hingga Allah berikan keuntungan yang melimpah ruah.

Abdurrahman bin Auf juga mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun) dan dimakamkan di baqi’.

  1. Abu Ubaidah Al-Jarrah

Nama aslinya adalah Amir bin Abdillah bin Al-Jarrah, namun biasa dipanggil Abu Ubaidah. Ia masuk islam melalui perantara Abu Bakar As-Shiddiq satu hari setelah Abu Bakar As-Shiddiq masuk islam. Sebagaimana sahabat yang lain, keislaman Abu Ubaidah juga tidak lepas dari tantangan dan siksaan dari orang-orang kafir Quraisy. Meski dia berasal dari keluarga yang cukup terhormat di mata kaum Quraisy. Ayahnya sangat menentang keislamannya.

Abu Ubaidah mendapat julukan Amin Hadizihil Ummah (Orang yang dipercaya bagi umat). Julukan tersebut diberikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala beliau hendak mengutus seseorang untuk mengajarkan Islam kepada masyarakat Najran di Yaman. Rasulullah bersabda : “Aku benar-benar akan mengutus bersama kalian seorang pria yang sangat dapat dipercaya, benar-benar orang yang dapat dipercaya, benar-benar orang yang dapat dipercaya, benar-benar orang yang dapat dipercaya.” Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat dzuhur bersama para sahabat, beliau menengok ke kanan dan ke kiri hingga pandangannya tertuju pada Abu Ubaidah dan beliau memintanya untuk ikut bersama delegasi Najran. Pada watku beliau Abu Ubaidillah berdiri, Rasulullah bersabda; “Inilah orang kepercayaan umat Islam.”

Abu Ubaidah meninggal pada tahun 18 H dalam karena terkena penyakit tha’un. Semoga Allah meridhai para sahabat seluruhnya. (azman)

Diterjemahkan bebas dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here