Hati-hati terlalu sering mengecek handphone, bisa jadi ketergantungan handphone

0
111

 

Mungkin kita merasa biasa saja ketika di dalam hiruk pikuk acara kumpul bersama kerabat atau kolega kemudian kita mengeluarkan handphone dari kantong untuk sekilas mengecek notifikasi facebook atau chatting. Padahal bisa jadi ada orang melihat perbuatan kita dan menilai kepribadian kita karena asik sendiri  dengan handphone kita dan tidak peka terhadap situasi sekitar.

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kemungkinan menarik terkait kepribadian seseorang jika dilihat berdasarkan hubungannya dengan handphonenya. Terutama sesorang yang memiliki tingkat emosional kurang stabil akan lebih sering mengecek handphonenya untuk meningkatkan mood.

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh James A Roberts, Ph.D. dari Baylor University menelurusi fenomena tersebut. Para peneliti melakukan survei pada 346 mahasiswa dengan menebar kuesioner dan serangkaian uji kepribadian yang dirancang sedemikian rupa untuk mengukur tingkat ketergantungan akan handphone. Untuk uji ketergantungan, para partisipan diminta untuk menyatakan seberapa setuju mereka akan pernyataan semisal “saya merasa gelisah ketika handphone saya berada jauh dari jangkauan saya” dan “saya menggunakan handphone dalam waktu yang lebih lama dari yang sewajarnya”.

Hasilnya menunjukkan bahwa ketidakstabilan emosi adalah sebuah indikator kunci dari ketergantungan handphone. “Mengecek email, mengirim SMS, mengetweet, dan browsing web secara terus-menerus bisa jadi merupakan tindakan untuk mengalihkan perhatian bagi seseorang yang tidak stabil dari kegelisahan walau hanya menimbulkan efek sementara,” menurut para peneliti tersebut.

Dari penelitian tersebut juga ditemukan bahwa introvert, yaitu orang-orang yang mengalami perasaan malu dan pendiam, memiliki tingkat ketergantungan pada handphone yang lebih rendah. Menurut peneliti tersebut bisa jadi karena pada hasil penelitian lain dikatakan bahwa “rasa ingin selalu terhubung” adalah motivasi utama pada penggunaan handphone, sedangkan introvert cenderung kurang memeiliki ketertarikan untuk bersosialisasi.

Berhubung handphone tidak jarang digunakan di ruang publik, maka materialisme bisa jadi merupakan faktor kepribadian yang mempengaruhi ketergantungan handphone.

Para peneliti juga menemukan bahwa pribadi yang impulsif atau orang yang memiliki kesulitan konsentrasi pada satu kegiatan tertentu, memiliki kecenderungan ketergantungan pada handphone.

Tentu saja hasil penelitian tersebut tidak serta merta memastikan bahwa emosi kita sedang dalam keadaan tidak stabil ketika sedang mengantri sesuatu sembari browsing atau chatting. Akan tetapi penemuan tersebut kedepannya bisa membuka peluang penelitian lanjutan tentang hubungan antara penggunaan handphone dengan kepribadian seseorang.

LEAVE A REPLY