Mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember Hadiri Muktamar BEM Pesantren se-Indonesia

0
343
Muktamar BEM Pesantren se-Indonesia
Muktamar BEM Pesantren se-Indonesia

JEMBER (fokusislam) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember mengirimkan dua delegasinya untuk mengikuti Muktamar Halaqah BEM Pesantren se-Indonesia yang digelar mulai hari Jum’at 29 April 2016 sampai Ahad,  1 Mei 2016. STDIIS mengutus Djati Purnomo Sidhi dan Fahrurozy Nur Ilmi, keduanya mahasiswa semester 4 prodi Ahwal Syakhsiyyah.

Muktamar bertema “Mahasiswa Santri Sebagai Ujung Tombak Peradaban Islam” ini bertempat di kampus Universitas Islam Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo. Acara ini dihadiri oleh 34 delegasi kampus pesantren se Indonesia seperti UNIPDU Jombang, MA Hasyim Asy’ari Tebuireng, INI DALWA, INSUD Lamongan, STAI Luqman Al-Hakim, STAIQ Isy Karima dan STIU Al-Hikmah Bogor.

Berbagai acara diselenggarakan dalam muktamar yang kedua ini. Ada seminar dengan tema “Tantangan Pemikiran Islam” yang disampaikan oleh Dr. Adian Husaini, menandai dimulainya muktamar hari pertama. Dilanjutkan dengan kegiatan pra sidang.

Pada malam harinya acara resmi dibuka oleh Rektor UNIDA Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A dan pimpinan pondok modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal. Beliau berpesan agar mahasiswa santri harus menjadi subyek perubahan, dapat membina orang bukan hanya dibina.

Pada hari kedua, diadakan seminar yang bertemakan “Membangun Peradaban Islam“ oleh Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A, M.Phil. Dilanjutkan dengan inti acara yaitu sidang pleno mengesahkan AD/ART dan memilih pengurus baru untuk program kerja tahun 2016/2017. Terpilih sebagai presidium nasional saudara Tabarakal Roby Rintoko dari UNIDA Gontor.

Sedangkan delegasi dari STDI Imam Syafi’i mendapat amanah sebagai lajnah jurnalistik dan sosial media Korwil Jatim zona tapal kuda.

Rekomendasi Muktamar

Sidang muktamar kedua kali ini menghasilkan 11 rekomendasi, berikut hasilnya:

  1. Bertekad menghidupkan dan mengutamakan pengembangan diri dengan ilmu dan akhlaq.
  2. Mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pendidikan yang berbasis akhlaqul karimah terutama pendidikan pesantren.
  3. Siap mengabdikan diri sepenuhnya bagi agama, nusa, dan bangsa (Hubbul wathon minal Iman)
  4. Menolak setiap pemimpin yang dzalim, arogan, serta tidak mengakomodir kepentingan ummat islam.
  5. Siap menjadi garda terdepan dalam memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
  6. Mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika dan peredarannya.
  7.  Menolak faham-faham yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist.
  8. Menolak LGBT beserta seluruh usaha dalam mengkampanyekannya.
  9. Menolak faham komunisme dan seluruh usaha untuk menghidupkannya kembali.
  10. Menolak usaha memecah belah ummat islam dalam bentuk apapun.
  11. Islam bukan teroris, teroris bukan islam.

(Djati/Ibnu)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here