Tahun ini Iran tak Kirim Jamaah Haji, Malah Ngotot Bilang Saudi Halangi Jalan Kepada Allah

0
176
Ilustrasi Saudi-Iran
Ilustrasi Saudi-Iran

RIYADH (fokusislam) –  Tahun ini dipastikan tak ada jamaah haji asal Iran yang berangkat ke tanah suci. Hal ini terjadi karena Arab Saudi dan Iran memutuskan hubungan diplomatik, selain itu, Iran juga tidak mau menandatangani kesepakatan bersama agar menjaga keamanan selama musim haji.

Sikap Iran yang enggan diajak kerja sama ini bukannya membuat introspeksi diri, malah Iran menyalahkan Saudi dengan menuding Saudi sengaja menghalangi jalan kepada Allah.

“Arab Saudi menentang hak mutlak warga Iran untuk beribadah haji dan menghalangi jalan kepada Allah,” tegas Organisasi Haji Iran dalam pernyataannya, seperti dilansir Detik dari AFP, Senin (30/5/2016).

Menurut Organisasi Haji Iran, otoritas Saudi gagal menanggapi permintaan pihak Iran soal keamanan dan penghormatan bagi jamaahnya yang menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Tahun lalu, tercatat sekitar 60 ribu jemaah Iran menunaikan ibadah haji. Tahun ini akan menjadi pertama kali dalam tiga dekade terakhir, ibadah haji digelar tanpa keikutsertaan jamaah Iran.

“Setelah dua babak perundingan tanpa hasil, karena hambatan yang diberikan otoritas Saudi, sangat disayangkan jamaah Iran tidak bisa menunaikan ibadah haji (September mendatang),” terang Menteri Kebudayaan Iran Ali Jannati.

Pekan lalu, Iran mengirimkan delegasi baru ke Jeddah, Saudi untuk membahas persoalan haji. Beberapa poin, seperti penggunaan visa elektronik yang bisa dicetak sendiri oleh jemaah Iran, telah disepakati. Namun pada akhirnya, kesepakatan akhir soal pengaturan ibadah haji untuk jemaah Iran gagal dicapai.

Pada Jumat (27/6/2016), delegasi Iran pulang ke negaranya tanpa menandatangani kesepakatan dengan Saudi. Kementerian Urusan Haji Saudi mengklaim telah menawarkan banyak solusi demi memenuhi permintaan Iran. Tapi tidak ada yang disepakati.

Dalam konferensi pers, Ahad (29/5/2016), Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menyebut permintaan Iran terkait haji tidak bisa diterima. “Iran meminta hak untuk mengatur, menjalankan dan memiliki keistimewaan, yang akan memicu kekacauan saat musim haji. Ini tidak bisa diterima,” tegasnya.

Ditambahkan Jubeir, otoritas Saudi setiap tahun menandatangani nota kesepahaman haji dengan lebih dari 70 negara untuk menjamin keamanan dan keselamatan para jemaah haji dari berbagai negara. “Iran menolak untuk menandatangani nota kesepahaman itu,” imbuhnya.

“Jika ini soal langkah dan prosedur, saya pikir kita telah melakukan lebih dari tugas kita, demi memenuhi kebutuhan itu, tapi ini pihak Iran yang menolak semuanya,” sebut Jubeir. (ibn)

LEAVE A REPLY