Refleksi Sumpah Pemuda, PP Pemuda Muhammadiyah Gemakan Budaya Anti Korupsi

0
87
Diskusi Anti Korupsi PP Pemuda Muhammadiyyah

JAKARTA (fokusislam) – Peringati Hari Sumpah Pemuda, Madrasah Anti Korupsi Pemuda Muhammadiyah gelar diskusi bertajuk, “Refleksi Hari Sumpah Pemuda yang Muda Anti Korupsi”. Acara ini digelar Rabu (28/10/2015), di auditorium gedung Pusat Dakwah Muhammadiyyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Bertindak sebagai pembicara Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak jelaskan bahwa fenomena korupsi di Indonesia telah membudaya

“Korupsi di Indonesia sudah menjadi budaya, kita pemuda Muhammadiyah harus melawan arus ini dengan membangun kultur baru, kultur anti korupsi, ” tuturnya.

Lebih lanjut, Dahnil menyayangkan sikap kontraproduktif pemerintah dalam upaya penegakan hukum terhadap koruptor.

“Saya kecewa dengan pemerintah sekarang karena perspektifnya, atau bahasa sederhananya seperti mengatakan, “jangan gaduh”, yang menjadikan penegakan hukum seolah-olah mengganggu stabilitas ekonomi terhadap korupsi.”

Pendidikan Sebagai Solusi

Ajukan solusi, Dahnial berkeyakinan bahwa pendidikan adalah salah satu unsur budaya yang memiliki peran strategis dalam perang melawan korupsi.

Semakin tinggi pendidikan, kata Dahnil, tingkat korupsinya akan semakin kecil, dan semakin rendah tingkat pendidikan maka tingkat korupsinya semakin tinggi.

Sebagai penutup pemuda asal Medan ini ungkapkan rasa prihatin atas kondisi dunia pendidikan bangsa, yang berlawanan dengan semangat anti korupsi.

“Masalahnya sekarang, rakyat Indonesia telah diajarkan untuk berbuat korup semenjak kecil, seperti kita lihat banyak terjadi di sekolah-sekolah dasar. Fakta nilai adalah segalanya bagi mereka, memaksa mereka untuk berbuat dengan segala macam cara. Sekarang, apakah yang akan dilakukan pemerintah menanggulangi musibah ini?”, tutupnya.

Reporter : Anang supriyadi

Redaktur: Rahmat Ariza Putra

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here