Hari Bersejarah, Kunjungan Ke Pesantren Ustadz Luqman Baabduh

0
3454
DR. Muhammad Arifin Badri, MA
DR. Muhammad Arifin Badri, MA

Oleh: DR. Muhamamd Arifin Badri, MA

Pada hari ini, hari senin 23 Sya’ban 1437 H – 30 Mei 2016 M, saya dan juga ustadz Dr Muhammad Nur Ihsan, mendapat kehormatan mendampingi seorang teman lama semasa kuliah di Islamic University – Madinah – Saudi Arabia, yang bernama Dr. Abdul Karim Ar Ruhaily, berkunjung ke pesantren Minhajul Atsar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Al Mahad As Salafy, pimpinan ustadz Luqman Baabduh.

Pada kunjungan ini, turut pula Ustadz Abdurrahman Hamzah Lc yang memang sedari awal menjadi pendamping Syeikh Abdul Karim Ar Ruhaily sejak dari Jakarta.

Satu kebahagiaan yang semoga tidak akan pernah terlupakan, ketika kami mengetahui bahwa ustadz Luqman Ba’abduh berkenan menyambut kehadiran kami. Dengan didampingi beliau langsung kami berkeliling mengunjungi berbagai fasilitas pesantren yang beliau pimpin.

Kebahagian kami, dan secara khusus saya pribadi semakin sempurna ketika saya berjumpa dengan sahabat karib yang sudah sekian lama tidak berjumpa, yaitu Al Ustadz Al Fadhil Agus Rudianto Lc, atau yang lebih dikenal dengan nama Al Ustadz Ruwaifi’ Lc.

Ada satu hal yang patut saya acungi jempol dan saya puji dari beliau ialah karakter beliau yang sedari dahulu kala terasa sejuk, alias kalem namun tekun. Diantara hal yang layak disebutkan di sini dari sahabat karib saya yang satu ini, dan patut dijadikan teladan ialah beliau telah mendapat karunia dari Allah Ta’ala, berupa 9 anak keturunan, semoga mereka Allah Ta’ala menjadikan anak keturunan beliau sebagai anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan semoga keluarga beliau menjadi keluarga yang sakinah. Betapa tidak, beliau mendapat jodoh yang benar-benar memiliki salah satu kriteria wanita idaman, yaitu subur, sebagaimana yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadits berikut:

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ
“Nikahilah oleh kalian wanita-wanita yang penyayang lagi subur, karena aku akan membanggakan jumlah kalian di hadapan seluruh ummat selain kalian.” (Abu Dawud)

Rasa rindu kepada Al Ustadz Ruwaifi, yang merupakan teman karib saya sejak kami berdua belajar di pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, hingga kami berdua bersama sama menempuh kuliah di Islamic University Of Madinah Saudi Arabia, lumayan terobati.

Tidak banyak yang dapat saya ceritakan dari kunjungan ini, karena memang hanya kunjungan singkat, sekitar 20 menit. Semoga Allah Ta’ala menyatukan kita di atas sunnah dan meneguhkan kita semua hingga akhir hayat di atas keimanan dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here