Kunjungi 60 Negara, Traveller Ini Temukan Hidayah Islam di Indonesia

0
472
Rupert di Masjid Al-Irsyad Bandung
Rupert di Masjid Al-Irsyad Bandung

JAKARTA (fokusislam) – Seorang traveler Belanda telah bertualang ke 60 negara selama 4 tahun. Dalam perjalanannya keliling dunia, ia menemukan Islam dan menjadi mualaf di Indonesia.

Michael Ruppert (29), pria keturunan Belanda dan Belgia ini bermimpi untuk bisa keliling dunia. Empat tahun yang lalu ia berangkat dari rumahnya untuk memulai menapaki impiannya melihat dunia, mengenal banyak orang dan mempelajari aneka budaya yang ada.

Karena ia tak punya banyak uang, perjalanannya diawali ke negara di kawasan Eropa yang dekat dari rumahnya, seperti Bulgaria, Albania, Serbia, Romania. Selama traveling ia rajin mengirim kartu pos dan berbagi cerita kepada keluarga dan temannya. Di jagat maya, Ruppert terkenal dengan akun Facebook Starring You di mana dirinya sering berbagi cerita di sana.

Akhirnya cukup banyak orang dari berbagai negara yang memberikan berbagai bentuk bantuan untuk Michael, agar bisa terus keliling dunia. Saat Michael datang ke suatu daerah pun tak jarang ada yang memberinya tumpangan tempat tinggal.

Menjadi Muallaf

Dengan banyaknya teman yang ada dan waktu yang lebih banyak di suatu negara, Michael pun mempelajari banyak hal yang tak hanya sekadar adat budaya setempat, tapi juga agama. Saat ia sempat singgah cukup lama di Malaysia dan Indonesia pria ini mulai mengenal Islam.

“Setelah traveling 3 tahun, saya sering datang ke Indonesia dan Malaysia. Selama di sana, saya tinggal bersama warga lokal yang kebanyakan Muslim. Keluarga yang saya tinggali membuat saya tertarik untuk mempelajari Islam. Saya penasaran apa yang kalian lakukan di masjid, apa yang kalian rayakan saat Lebaran,” tuturnya.

Keluarga lokal tempat Michael tinggal meceritakan banyak hal tentang Islam. Si bule yang penasaran ini pun jadi semakin tertarik mendalami Islam hingga akhirnya ia memutuskan menjadi mualaf.

“Saya sangat penasaran dan mereka memberitahu banyak hal tentang Islam. Saya akhirnya mengambil kelas tentang Islam dan saya tahu kalau itu hal yang benar dan saya pilih Islam. Setelah Ramadan (tahun lalu) saya ambil kelas di Kuala Lumpur dan Jakarta, lalu saya ucapkan syahadat di Masjid Sunda Kelapa September tahun kemarin,” jelas Michael.

Tantangan Puasa

“Tahun kemarin waktu Ramadan saya di Aceh dan tinggal bersama keluarga lokal. Saya juga ikut belajar puasa tapi waktu itu belum jadi Muslim. Sekarang saya sudah muslim dan saya benar-benar puasa. Hari pertama saya sangat lapar tapi sekarang sudah lebih baik,” ucapnya lagi.

Michael mengatakan setiap ia merasa lapar, dirinya akan terus mengingat kalau ia Muslim dan harus mencoba fokus melakukan ibadahnya dengan benar serta untuk terus belajar.

Belasan hari puasa pun telah ia lalui. Tak lupa pula lelaki ini menjalankan tarawih di masjid. Ia juga sering menikmati takjil di masjid atau membelinya di kios-kios yang ada di Jakarta. Lelaki itu pun sudah punya takjil favorit buat berbuka.

“Setiap buka puasa saya selalu minum es buah,” katanya sambil tersenyum senang. (azman)

Dirangkum dari dua tulisan di travel.detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here