Cara Mengurangi Dampak Negatif Mie Instan Saat Sahur

0
192

JAKARTA (fokusislam) – Bagi sebagian orang, terutama anak-anak kos, sahur dengan menggunakan mie instan adalah pilihan mudah dan cepat. Alasannya, tidak perlu repot-repot keluar mencari warung makan atau memasak nasi dan makanan.

Sebetulnya, dalam keadaan terpaksa, semisal karena bangun kesiangan atau warung-warung nasi di akhir Ramadan yang sudah mulai tutup, sah-sah saja mengkonsumsi mie instan untuk makan sahur. Namun sekali lagi, tetap saja mie instan tetap saja bukanlah makanan yang menyehatkan.

dr Andry Hartono, SpGK, dari RS Panti Rapih Yogyakarta menjelaskan, pada dasarnya mi instan memang tidak menyehatkan, terutama pada zat aditif yang digunakan bahan makanan tersebut.

“Pertama, di aditifnya adalah benzoat. Kedua, dia pakai pengawet minyaknya, zat yang disebut TBHQ. Meskipun ahli gizi mengatakan itu acceptable daily intake tapi tetap ada yang menganggapnya karsinogen” paparnya sebagaimana yang dikutip detikHealth, Senin (27/6/2016).

Lantas bagaimana mengurangi dampak negatif mie instan?

Untuk mengurangi dampak mengionsumsi mi instan, ia punya trik mudah, yaitu membuang air bekas rebusan mi dan tidak menggunakan minyaknya.

“Kasih aja banyak sayuran sebagai antioksidan dan telur,” imbuhnya. (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here