Dewan Hubungan Amerika-Islam Desak Lakukan Pengusutan Terhadap Pengusiran Penumpang Muslim di American Airlines

0
202
Ilustrasi
Ilustrasi

WASHINGTON (fokusislam) – Pada Desember tahun lalu, Mohammed Ahmed Radwan saat menaiki pesawat American Airlinestiba-tiba dipaksa turun. Alasan tindakan tersebut karena Mohammed beragama Islam.

Sampai saat ini, kasus penurunan paksa penumpang muslim tanpa alasan jelas itu menguap begitu saja, tak ada pengusutan dan tak ada pihak yang divonis bersalah.

Menurut Dewan Hubungan Amerika-Islam, CAIR, peristiwa ini adalah bentuk diskriminasi dan rasialisme yang seharusnya tidak terjadi di dalam pesawat.

Lambannya penindakan ini, Organisasi Islam Amerika Serikat mendesak penyelidikan atas insiden tersebut, demikian dikutip CNN dari The Independent, Kamis (21/7/2016)

Saat itu, Radwan yang telah duduk di pesawatnya di bandara Charlotte, North Carolina, terkejut ketika  seorang pramugari menyebut nama dan nomor kursinya melalui pengeras suara.

“Mohamed Ahmed, Kursi 25-A: Saya akan mengawasimu,” ujar pramugari itu.

Tidak hanya sekali, pramugari itu menyebut nama Radwan sebanyak tiga kali: “Mohamed Ahmed, itu nama yang sangat panjang. Kursi 25-A, saya akan mengawasimu” dan “25-A, kau akan diawasi.”

Tidak ada nama penumpang lain yang disebut selain Radwan. Akhirnya Radwan bertanya kepada pramugari tersebut mengapa namanya disebut. Pramugari itu malah mengatakan bahwa Radwan “terlalu sensitif.”

Kemudian Radwan melaporkan insiden itu kepada dua pramugari American Airlines lainnya. Namun bukannya dibela, dia diusir karena dianggap membuat pramugari “tidak nyaman.”

“Saya terkejut. Saya sudah terbang lebih dari 30 tahun, dan tidak pernah mengalami hal seperti ini,” kata Radwan, dikutip dari Charlotte Observer.

CAIR telah mengirim surat ke Departemen Transportasi pada Rabu kemarin, mendesak penyelidikan dan pemeriksaan menyeluruh praktik maskapai-maskapai besar AS. Menurut pengacara CAIR, Maha Sayed, kasus ini menunjukkan sikap anti-Islam yang kian merebak di penerbangan AS.

“Insiden ini memprihatinkan jika melihat gelombang insiden yang sama saat personel maskapai mengusir penumpang Muslim, atau yang memiliki latar belakang Timur Tengah tanpa alasan atau penjelasan yang obyektif,” kata Sayed.

Juru bicara American Airlines mengatakan dalam pernyataannya bahwa mereka menyimpulkan tidak ada diskriminasi yang terjadi dalam kasus itu.

“American Airlines telah dihubungi oleh CAIR awal tahun ini. Kami meninjau tuduhan ini dan menyimpulkan tidak ada diskriminasi yang terjadi. Kami melayani pelanggan dari barbagai latar belakang dan keyakinan, dan tidak menoleransi diskriminasi dalam bentuk apa pun,” kata dia.

Ini bukan kali pertama penumpang Muslim diusir dari pesawat di Amerika.

April lalu, seorang wanita Muslim diusir dari pesawat maskapai Southwest Airlines di bandara Chicago setelah meminta tukar tempat duduk. Alasan maskapai, wanita itu diusir karena membuat pramugari “tidak nyaman.”

Sebelumnya pada Maret, keluarga Muslim yang terdiri dari lima orang digiring keluar dari pesawat United Airlines karena penampilan mereka.

Padahal saat itu, seorang dari mereka hanya bertanya soal sabut keselamatan bagi anak-anak. Kemudian pilot meminta mereka meninggalkan pesawat dengan “alasan keamanan.” (ibn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here