Kisah Masjid Al Kautsar Bintara: DKM Direbut, Anak-Anak Dilarang Sholat dan Ketua Yayasan Dipolisikan

0
3504
Siswa SD Al Kautsar sholat di teras masjid karena dilarang melakukannya di dalam
Siswa SD Al Kautsar sholat di teras masjid karena dilarang melakukannya di dalam

BEKASI (fokusislam) – Miris rasanya mendengar kisah Masjid Jami’ Al Kautsar Perumahan Masnaga, Bintara, Bekasi Barat ini. Dulu masjid ini sangat ramai dengan jamaah dan kegiatan, tapi sekarang jadi sangat sepi.

Kejadian bermula saat ada sekelompok warga menuntut agar pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) diganti dengan yang baru. Alasan penggantian tersebut karena pengurus dianggap memiliki pemahaman radikal dan ekstrim.

“Katanya sih karena kami pakai celana ngatung dan berjenggot, warga bilangnya resah dengan hal tersebut,” kata Ketua Yayasan Pembangunan Masjid Al Kautsar Bintara Ir. H. Muhammad Hasyim Afandi kepada redaksi Fokus Islam, Kamis (25/8/2016).

Alasan lainnya karena pengurus masjid dianggap tidak toleran terhadap acara-acara perayaan hari besar Islam. Ketika dikonfirmasi, Afandi membantah bahkan membeberkan fakta bahwa tahun 2012 silam pernah diadakan perayaan maulid nabi dengan mengundang Wali Kota.

“Silahkan, masyarakat tidak dilarang untuk melakukan kegiatan di masjid, kami memberikan kebebasan. Bahkan pada tahun 2012 ada perayaan maulid nabi dihadiri Wali Kota,” jelas Afandi.

Awalnya, pihak yayasan mempertahankan kepengurusan DKM, tetapi sekelompok massa yang ngotot tersebut melakukan segala cara, akhirnya pengurus DKM diganti sesuai dengan keinginan para pemrotes.

“Akhirnya mulai tahun lalu pengurus diganti, ada SK dari KUA. Tetapi ketika kami telusuri, pihak KUA tidak merasa menandatanganinya,” ujar Afandi.

Kini, setelah masjid berhasil “dikudeta” menjadi sangat sepi, berbeda dengan dahulu ketika masih pengurus lama. Pintu masjid dibuka hanya menjelang waktu sholat saja bahkan para siswa SD Al Kautsar dilarang untuk sholat didalam masjid oleh pengurus baru ini.

“Siswa dilarang melakukan sholat di dalam masjid, mereka hanya boleh menggunakan teras,” terang Afandi.

Padahal, SD Al Kautsar termasuk bagian dari masjid ini yang letaknya hanya beberapa meter dari masjid. Hingga kini, jumlah siswa di lembaga pendidikan ini mencapai 300 orang.

Kejadian miris lainnya yang menimpa Afandi, ia kini dilaporkan ke polisi oleh salah satu pengurus masjid yang baru, karena dianggap mencemarkan nama baik.

“Beberapa waktu lalu saya dilaporkan ke polisi, katanya sih telah mencemarkan nama baik. Saya siap menghadapi ini karena saya tidak bersalah,” papar Afandi.

Saat ditanya, apakah setelah berhasil merebut masjid, ada kemungkinan dari pihak tertentu untuk merebut yayasan dan sekolah?.

“Ya, itu bisa saja terjadi. Tapi insya Allah saya siap menghadapi,” tegas Afandi.

Untuk diketahui, Masjid Al Kautsar berdiri sejak tahun 1986 dibangun oleh masyarakat setempat. Hubungan dengan warga sekitar juga sangat baik dan harmonis, tapi beberapa tahun belakangan ada pihak tertentu yang sengaja memprovokasi. (ibn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here