Pa, Mama Lagi Ngambek Lho !

0
163
ilustrasi
ilustrasi

Kehidupan rumah tangga ibarat miniatur peradaban semesta. Tidak seluruhnya berjalan mulus sesuai harapan. Krikil dan batu kecil akan selalu hadir merintangi. Rumah tangga hebat bukan bahtera yang tak pernah diterjang ombak, melainkan yang arah haluannya tak berubah karena mampu mengelola masalah. Cukuplah Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebagai teladan jaga ikatan pernikahan meski berkali-kali badai perseteruan datang menerjang.

Suami dan istri adalah dua insan yang semula tak saling kenal. Disatukan dalam ikatan berlandaskan cinta meski sejatinya karakter mereka banyak berbeda . Disinilah keduanya harus berusaha saling mengerti. Agar masalah yang yang ditemui tidak membuat dua sejoli berpisah.

Jika kegagahan adalah ciri khas pria, maka lemah lembut identik dengan wanita. Lahir dari karakter tersebut, perasaan yang begitu sensitif. Maka jangan heran jika kaum hawa adalah pencemburu handal, juara ngambek jago kandang. Menyebalkan? Tidak, justru karenanya tampak sisi keindahan seorang perempuan

Bayangkan kehidupan rumah tangga yang berjalan sedemikian datar. Hanya ada rutinitas yang itu-itu saja. Sungguh hambar terasa. Oleh karenanya cemburu dan ngambek istri adalah bumbu pernikahan yang membuat kehidupan keluarga semakin gurih terasa. Dengannya tampak sisi-sisi keunikan karakter wanita, yang mempesona.

Seperti bayi ungkapkan keinginan dengan tangis, suatu ketika istri pun akan berbuat sama. Tetesan air mata sebagai simbol ngambek yang sempurna. Saat itu terjadi, seorang suami dituntut arif dalam menyikapi. Kebijaksanaan yang ditunjukkan dengan canda dan rayuan bukan kemarahan. Itulah yang Islam ajarkan.

Lembut Kepada Istri

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“..Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik…” (An Nisa’ : 4)

Allah wajibkan para suami memperlakukan istri secara baik dalam segala keadaan, ketika gembira, bahagia atau cemburu buta. Inilah yang telah diamalkan oleh suami paling hebat sepanjang zaman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama.

Tatkala menghadapi kecemburuan ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau meresponnya dengan canda penuh pemakluman. Kepada para sahabatnya yang menyaksikan ngambeknya istri tersayang, beliau menuturkan.

غارت أمُّكم

“Ibu kalian ini sedang cemburu”

Sungguh sebuah ucapan santai yang berisi keteladanan. Beliau tidak merespon tuntutan Aisyah dengan amukan. Justru yang beliau katakan adalah isyarat pengertian terhadap watak istri tercinta. Kepada umatnya Rasulullah hendak mengajarkan kelembutan akhlak yang ampuh luluhkan hati pasangan.

Maka jika istri mengatakan dengan nada marah, “Paa, mama lagi ngambek lho,” tunjukkan kecemburuan, jangan terbawa emosi memarahi. Hancurkan egonya dengan hadiah terbaik yang paling ia suka. Tunggulah beberapa menit dan saksikan rona merah yang lambat laun warnai wajah cantiknya.

Pen: Muhammad Nur Faqih/Ed: Ariza

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here