Toko-Toko di Mekkah Langsung Tutup Saat Adzan Berkumandang, Teuku Wisnu : Ini Bagus Sekali

0
2862
Teuku Wisnu saat berkeliling ke Museum Mekkah
Teuku Wisnu saat berkeliling ke Museum Mekkah

MEKKAH (fokusislam) – Tinggal di tanah suci, berbeda dengan tinggal di tempat-tempat lainnya. Aroma dan syiar agama Islam jelas terasa. Tak ada musik yang mengganggu, wanita begitu dihormati  dengan penghormatan yang besar serta toko-toko tutup pada saat waktu sholat tiba.

Dirjen Lapas Kemenkumham, I Wayan Kusmiantha Dusak,  yang tahun ini turut serta dalam rombongan haji tamu undangan Raja Salman, merasa begitu tertarik untuk berkomentar melihat tutupnya toko-toko saat adzan berkumandang.

Wayan bercerita bahwa ia pernah mendatangi rumah makan. Ketika makanan sudah dipesan,  tiba-tiba rumah makan yang ia singgahi tutup dan langsung menggelar sajadah untuk sholat.

“Ini sangat menarik dan unik. Di negeri kita tidak ada yang seperti ini, ” kata Wayan kepada Fokus Islam,  Selasa (5/9/2016)

Padahal,  lanjut Wayan,  makanan ini sudah dipesan tapi mereka menghentikan semua aktivitasnya.

“Semua yang ada di dalam rumah makan itu juga ikut sholat bersama-sama,” ujar Wayan.

Wayan saat itu datang ke rumah makan di daerah Aziziyah yang jaraknya sekitar 2-3 km dari Masjidil Haram.

Pemandangan serupa memang lazim terjadi di Mekkah,  apalagi yang dekat dengan Masjidil Haram. Disebuah mall dan pasar depan Masjidil Haram, tepatnya di gedung hotel zam-zam tower,  saat adzan berkumandang,  semua orang,  mulai penjaga toko Segera menutup warungnya dan pembeli bergegas berbaris untuk membuat shaff. Saat iqomat,  mereka sholat bersama-sama didalam mall dengan Imam dari Masjidil Haram.

Senada dengan Wayan, Teuku Wisnu juga memberikan komentar positifnya.

“Ini sangat bagus sekali. Saya sangat senang kalau hal yang sama diterapkan oleh pemerintah Indonesia,” kata Teuku Wisnu kepada redaksi Fokus Islam, Rabu (7/9/2016).

Wisnu, yang kini aktif di dunia dakwah dan pengajian itu juga tengah berusaha menerapkan hal itu di lingkungan kerja miliknya.

“Hal ini sudah saya terapkan di toko milik saya di Jakarta. Yang laki-laki diwajibkan shalat berjamaah di masjid, yang perempuan shalat di toko,” kata pria yang dulu begitu terkenal dengan sinetron Cinta Fitri ini. (ibn/azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here