Kemenag: “Kuota Haji Tahun Depan Akan Kembali Normal”

0
480

JEDDAH (fokusislam) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2016 berjalan lancar dan baik. Meski demikian, ada dua tantangan besar pada penyelenggaraan haji mendatang yang harus segera disikapi. Kedua tantangan itu adalah kuota dan fasilitas Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina).

“Tantangannya tidak sederhana. Di depan mata, kita sudah bisa memperkirakan jumlah kuota kita akan bertambah. Masjidil Haram renovasinya sudah hampir selesai dan akan kembali ke kuota nasiona secara normal,” ujar Menag saat memberikan keterangan pers di Jeddah jelang kepulangannya ke Tanah Air, Jumat (16/9/2016), demikian seperti dikutip dari situs resmi kemenag.

Menag Lukman Hakim menyebut kuota akan normal menjadi sekitr 210 ribuan.

“Kalau sekarang kuota kita 168.800, maka kuota normalnya akan kembali menjadi 211.000. Itupun belum memperhitungkan kuota dari negara lain yang akan kita upayakan untuk mengurangi antrian yang sangat panjang di dalam negeri,” tambahnya.

Menurut Menag, bertambahnya kuota akan berdampak secara signifikan terhadap penyiapan layanan jemaah haji, baik yang terkait dengan akomodasi, transportasi, katering, dan lainnya. “Ini tidak sederhana dan karenanya diperlukan koordinasi yang baik,” tegas Menag.

Tantangan kedua terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana di Armina. Dengan kuota yang dikurangi 20% saja, kondisi Arafah, Muzdalifah, dan Mina masih sangat terbatas. Jika infrastruktur di Armina tidak dibenahi, lanjut Menag, bukan tidak mungkin penambahan kuota justru bisa menjadi ancaman tersendiri.

“Jadi dua hal ini menurut saya ke depan yang akan menjadi PR Kemenag sebagai wakil pemerintah yang oleh UU mendapat tugas untuk melaksankaan tugas nasional menyelenggarakan ibadah haji ini,” tandasnya.

Meski demikian, Menag mengaku akan terus mengkomunikasikan dan mendorong pihak Saudi untuk meningkatkan sarana dan prasarana di Mina. Hal itu perlu dilakukan mengingat pengembangan infrastruktur di Mina sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Saudi. “Tantangan kita untuk meyakinkan pemerintah Saudi untuk membangun toilet lebih banyak seperti di Arafah dan meningkatkan sarana prasarana lainnya,”  Menag menambahkan. (hisyam/azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here