Untuk Orang Tua : Pahamilah Pentingnya Pendidikan Anak

0
129
Pentingnya pendidikan anak (ilustrasi)
Pentingnya pendidikan anak (ilustrasi)

Orang tua yang melalaikan pendidikan anak, kelak ia akan merasakan penyesalannya yang terdalam. Islam telah menetapkan tanggung jawab bagi ayah dan ibu pada pendidikan anak dengan batasan yang jelas. Islampun telah memperingatkan para orang tua dan pendidik bahwa Allah akan meminta pertanggung jawaban kelak di hari kiamat perihal kepedulian mereka akan pendidikan anak-anak mereka.

Ibnul Qayyim menekankan tanggung jawab orang tua dengan mengungkapkan pendapat para cerdik cendikia dan mengatakan, “Sesungguhnya Allah akan mempertanyakan setiap tindakan yang diambil seseorang terhadap anaknya. Bila ia tidak memedulikan pendidikan anaknya, sang anak pun kelak tidak akan bisa menjadi penolongnya. Bila ia menelantarkan anak, ia dianggap telah melakukan kejahatan yang terbesar. Betapa banyak anak yang rusak akal dan jiwanya disebabkan ketidakpedulian orang tuanya terhadap pendidikan anaknya. Sesungguhnya, mendidik anak adalah salah satu hal yag diwajibkan dalam agama dan juga dalam hukum alam. (Muhammad Rasyid, 25 Kiat Mempengaruhi Jiwa dan Akal Anak (Jakarta : Robbani Press, 2005)

Adapun keterangan dari Allah Subhanahu Wa Ta;ala, maka bisa dilihat dalam salah satu firman-Nya :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan“. (Surat At-Tahrim : 6)

Wejangan para ulama

Mengenai ayat tersebut, Imam Syafi’i berpendapat : “Kewajiban tersebut dibebankan kepada ayah dan ibu ketika anaknya menginjak usia baligh. Orang tua harus mengajari anak cara bersuci, shalat, puasa, dan kewajiban-kewajiban lainnya. Orang tua harus memberi pengertian kepada anak-anaknya bahwa zina dan liwat (homoseksual) hukumnya haram.

Begitu juga yang dinyatakan oleh Iman An-Nawawi. Imam An-Nawawi mengutip sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma :

 كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِه

“Setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertangungjawabannya atas apa yangkamu pimpin.” (HR Bukhari dan Muslim)

Beliau juga membuat bab tersendiri dengan hadits dan ayat tersebut. Firman Allah Ta’ala dalam surat Thaha yang artinya :”Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengeriakannya.” (Surat Thaahaa 20: 132) telah dijadikan sebuah bab di dalam kitabnya, Riyadh Ash-Shalihin, dengan judul “Kewajiban Memerintahkan (Shalat) kepada Keluarga dan Anak-Anak yang Telah Tamyiz atau Baligh”.

Sementara itu Ibnu Al Qayyim berpendapat, “Wajib mendidik anak dan mengajari makna yang terkandung di dalam ayat ini. Penafsiran Salafush-Shalih tentang dalam surat At-Tahrim ayat enam adalah, didiklah mereka dan ajarkanlah mereka.”

Selain dalil tersebut, Ibnu Qayyim juga menambahkan dalil atas wajibnya pendidikan, diantaranya: Hadits Rasulullah shalallahu ‘alihi wasallam, “Perintahkanlah shalat kepada anak-anak kalian ketika ia berumur tujuh tahun. Pukullah ia ketika menginjak umur sepuluh tahun, dan pisahkanlah tidur mereka” (HR Al-Baihaqi).

Hasan Al Bashri berkata tentang makna ayat tersebut “Perintahkanlah mereka supaya taat kepada Allah dan ajarkan mereka kebaikan.”

Ketahuilah wahai para pendidik yang mulia, ulama sejak zaman terdahulu menganggap pendidikan sebagai kewajiban berat, selayaknya kewajiban shalat, puasa dan kewajiban-kewajiban agama lainnya. Oleh karena itu, ketika kita bersungguh-sungguh terhadap hal-hal yang bersifat rukun dan fardhu, maka bersungguh-sungguhlah pula dalam hal pendidikan, dan tidak bisa ditinggalkan seenaknya.

Dikarenakan pendidikan merupakan suatu kewajiban, maka apablla kita melaksanakannya berarti kita telah berusaha menghindarkan diri kita dan keluarga kita dari api neraka yang bahan bakarya adalah manusia dan bebatuan. Namun apabila kita mengabaikannya, maka sungguh kecelakaan akan menjumpai kita.

Oleh          : Fajar Shidiq
Redaktur   : Aziz Rachman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here