Terkait Situasi Pasca 4 November, Dewan Pertimbangan MUI Keluarkan Taushiyah Kebangsaan

0
225

JAKARTA (fokusislam) – Setelah aksi 4 November, kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok masih terus bergulir. Bersamaan dengan itu, situasi nasional juga masih terus menerus penuh dengan dinamika.

Karena itulah, Dewan Pertimbangan MUI pada Rabu (9/11/2016) mengeluarkan taushiyah kebangsaan. Untuk diketahui, Dewan Pertimbangan MUI terdiri dari 70 Ketua Umum Organisasi Islam dan 29 tokoh.

Berikut taushiyah kebangsaan Dewan Pertimbangan MUI yang diterima redaksi Fokus Islam.

==========================================================

TAUSHIAH KEBANGSAAN DEWAN PERTIMBANGAN MUI

Bismillahirrahmanirrahim

Mencermati dinamika nasional seputar kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Basuki TP. Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia yang keanggotaanya terdiri dari 70 Ketua Umum Organisasi Islam dan 29 tokoh ulama, zuama dan cendekiawan muslim, dengan memohon rahmat, hidayah dan ridha Allah Swt menyampaikan hal sebagai berikut :

  1. Memperkuat Pendapat Keagamaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia tanggal 11 Oktober 2016 tentang Penistaan Agama dan seharusnya menjadi rujukan utama dalam menangani proses hukum masalah dugaan penistaan agama sebagaimana yang telah menjadi kebiasaan selama ini. Pendapat Keagamaan tersebut dikeluarkan sebagai kewajiban para ulama dalam menjaga agama dan mendorong kehidupan duniawi yang tertib, harmonis dan penuh maslahat serta memelihara kerukunan hidup antar umat beragama demi persatuan dan kesatuan bangsa
  2. Menyesalkan ucapan Gubernur DKI Basuki TP di pulau seribu yang beredar di masyarakat. Ucapan tersebut jelas dirasakan Umat Islam sebagai penghinaan terhadap Agama Islam, Kitab Suci Al Quran dan Ulama. Karena memasuki wilayah keyakinan pemeluk agama lain dengan memberikan penilaian (judgment) dan pemahaman yang diberikan ulama dengan memakai kata yang bersifat negatif, pejoratif dan mengandung kebencian (hate speech).
  3. Memberikan apresiasi kepada Umat Islam dan beberapa elemen bangsa yang menggelar Aksi Damai 4 November 2016 sebagai reaksi yang berlangsung aman dan damai yang dipimpin oleh para Ulama, Habaib dan Para Tokoh Islam. Aksi Damai tersebut yang menunjukkan kesatuan dan kebersamaan semua elemen bangsa merupakan ekspresi demokrasi yang konstitusional dan positif untuk mendorong penegakan hukum di negeri ini yang menganut supremasi hukum. Insiden yang terjadi di luar waktu unjuk rasa adalah ulah provokator yang hanya ingin menciderai Aksi Damai tersebut.
  4. Menyampaikan bela sungkawa dan simpati yang mendalam atas jatuhnya korban (yang terluka maupun yang meninggal dunia) baik dari kalangan peserta aksi maupun keamanan dan diharapkan di masa depan aksi damai tidak dihadapi dengan tindakan represif
  5. Karena kasus penistaan agama bukan masalah kecil, maka diminta agar proses hukum dijalankan secara berkeadilan, transparan, cepat dan memperhatikan rasa keadilan masyarakat luaa.
  6. Menyerukan kepada seluruh Umat Islam Indonesia untuk tidak terpancing isu isu yang menyesatkan dan provokatif serta memecah bela kehidupan umat dan bangsa Indonesia. Seraya menyerukan dan mengajak umat Islam Indonesia untuk tetap menjaga Ukhuwah Islamiyah dan terus memanjatkan doa kepada Allah Swt untuk kebaikan dan keselamatan bangsa.

 

Jakarta, 9 November 2016

Ketua
Prof. Dr. H. M DIN SYAMSUDIN, MA

Sekretaris
Dr. H. NOOR ACHMAD, MA

(edy/azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here