Berdasarkan Citra Satelit, Desa-Desa Muslim di Myanmar Terbukti Dibakar dan Dihancurkan

0
407

RAKHINE (fokusislam)– Kelompok pegiat kemanusiaan, Human Rights Watch (HRW) merilis gambar citra satelit yang menampilkan kondisi desa-desa di Rakhine, Myanmar. Berdasarkan citra satelit yang dirilis, terbukti  adanya pembakaran dan penghancuran desa-desa yang dihuni kaum muslim pada Oktober 2016 lalu.

HRW juga menyebut bahwa  selama kekerasan, telah terjadi pembunuhan terhadap puluhan orang di luar hukum oleh pasukan Pemerintah Myanmar, demikian seperti dikutip dari BBC, Senin (14/11/2016).

Militer Mayanmar mengakui pada 13 November 2016 bahwa mereka telah menewaskan 25 orang di desa-desa yang dihuni oleh Muslim Rohingya. Aparat keamanan mengklaim para korban bersenjata parang dan tongkat kayu saat kekerasan melanda desa-desa tersebut.

Namun, Pemerintah Myanmar belum berkomentar atas bukti citra satelit soal penghancuran desa-desa kaum Muslim di Rakhine.

Krisis sektarian kembali terjadi di Rakhine, Myanmar, pada 9 Oktober 2016. Salah satu sebabnya adalah  karena polisi Myanmar menganggap bahwa kaum muslim dari kelompok minoritas Rohingya telah mengambil puluhan senjata dan ribuan amunisi, meskipun buktinya masih belum ada.

Human Rights Watch mengidentifikasi total ada 430 bangunan hancur yang hancur di tiga desa dari Distrik Maungdaw utara. Data itu berasal dari analisis citra satelit beresolusi tinggi yang diambil pada pagi hari dari 22 Oktober, 3 November dan 10 November 2016.

Kelompok HAM itu juga menyatakan bahwa penyelidikan PBB saat ini juga mencakup tuduhan pemerkosaan yang dilakukan pasukan Myanmar terhadap para perempuan Muslim Rohingya.

”Gambar satelit baru tidak hanya mengkonfirmasi kerusakan luas desa Rohingya tetapi menunjukkan bahwa itu bahkan lebih besar dari yang kita pikir pertama kali,” kata Brad Adams, Direktur Human Rights Watch Asia.

Sementara itu, Burmese Rohingya Group mengklaim sebanyak 1.500 warga sipil telah mengungsi akibat kekerasan di Myanmar. (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here