Galang Persaudaraan Kaum Muslimin, Musabaqah Al-Quran dan Hadits Tingkat Asia Pasifik Akan Kembali Digelar Tahun 2017

0
156
Menag bersama Deputi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Alkhenini
Menag bersama Deputi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Alkhenini

JAKARTA (fokusislam) – Saat kunjungan ke Kantor Kementerian Agama, Menteri Agama Islam Kerajaan Saudi Arabia melalui Atase Agama Arab Saudi yang baru, Saad Al-Namase meminta testimoni kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait terkait penyelenggaraan Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits (MHQH) Pangeran Sulthan bin Abdul Aziz Alu Suud.

Atase Agama Arab Saudi yang baru ini meminta testimoni terkait dengan MHQH tingkat Nasional maupun Asia Pasifik yang selama ini diselenggarakan di Jakarta.

“Testimoni tersebut rencananya akan kami siarkan di televisi di Saudi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/12).

Saad yang menggantikan Atase lama, Syekh Ibrahim Annughamsi, dalam kesempatan tersebut didampingi Deputi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Alkhenini.

Di kesempatan silaturahim tersebut, dibahas pula mengenai rencana penyelenggaraan MHQH tahun 2017 mendatang. Hingga tahun 2016, MHQH tingkat Nasional telah dilaksanakan delapan kali, sedang tingkat Asia Pasifik 7 kali, dan semuanya diselenggarkaan di Jakarta. Saad juga menginformasikan, rencana kedatangan Menteri Agama Islam dan Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi dalam waktu dekat ke Indonesia.

Terkait permintaan testimoni, Menag menyatakan kesediaannya. “Kami atas nama Pemerintah Indonesia, menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas Musabaqah yang diselenggarakan Kerajaan Saudi di Indonesia. Manfaatnya sangat besar,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama Menag juga menyampaikan ucapan terima kasih atas rencana kunjungan Menag dan Menteri Haji Saudi ke Indonesia. Bahkan Menag berharap, Raja Salman dalam waktu dekat berkenan berkunjung ke Indonesia.

Awal Januari 2017, Menag Lukman dijadwalkan akan berkunjung ke Arab guna membahas persiapan haji 1438H/2017M dengan Menteri Haji Arab Saudi. Dalam pertemuan tersebut Menag turut didampingi oleh Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam, Muchtar Ali dan Sesmen Khoirul Huda.

Sultan Bin Abdul Aziz Al-Saud Foundation menyelenggarakan Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits (MHQH)  tersebut bekerjasama dengan Kementerian Agama RI di bawah pengawasan khusus dari Direktorat Jenderal Musabaqah Alquran Internasional Kementerian Islam, Dakwah, Wakaf dan Penyuluhan.

Musabaqah terdiri atas lima cabang, empat cabang Alquran, yaitu cabang 30 juz, 20 juz, 15 juz dan 10 juz, dan satu cabang hafalan hadis. Acara tersebut dilaksanakan setiap tahun atas dukungan Sultan Bin Abdul Aziz Al-Saud Foundation.

Tujuan diselenggarakannya musabaqah adalah memotivasi kaum Muslim di kawasan Asia dan Pasifik untuk menghafal Alquran, membacanya dengan benar dan menghayati kandungannya. Demikian pula untuk menghafal hadits.

Selain itu, tujuan penyelenggaraan musabaqah adalah mendorong generasi muda di kawasan Asia dan Pasifik untuk memegang teguh Alquran dan hadis, mengikuti petunjuknya dan menjadikannya sumber berperilaku, serta memotivasi dan meningkatkan hafalan, lebih jauh memotivasi para remaja untuk cinta Alquran, mempelajari, dan mengamalkannya.

Tujuan utamanya adalah untuk membangun ukhuwah kebersamaan di kalangan umat Islam, karena acara ini diikuti tidak hanya secara pribadi, namun diikuti pula oleh sebagian lembaga, dan provinsi. (azman/gomuslim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here