Biografi Singkat Syaikh Muhammad Shubhi Hasan Hallaq

0
299

JAKARTA (fokusislam) – Akhir pekan ini umat Islam kembali kehilangan salah satu ulama terkemuka, Syaikh Muhammad Shubhi Hassan Hallaq. Beliau meninggal dalam usia 63 tahun setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Sanaa.

Siapakah Syaikh Muhammad Shubhi Hasan Hallaq?. Berikut biografi singkatnya yang dikutip dari forum fiqhweb, Sabtu (8/1/2017).

Syaikh Muhammad Shubhi Hasan Hallaq dilahirkan di Taftanaz, Suriah pada tahun 1372 H atau bertepatan pada 1954 M. Sejak kecil, beliau tumbuh dalam lingkungan keilmuan dan sangat mencintai ilmu. Pada masa mudanya, beliau melakukan rihlah ilmiyah (perjalanan mencari ilmu) ke beberapa tempat di Syam, salah satunya ke Yordania.

Setelah beberapa bulan di Yordania, Syaikh Muhammad Shubhi Hasan Hallaq melakukan perjalanan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji pada 1981 M. Setelah itu, beliau pergi dan menetap di negeri Yaman sampai beliau wafat.

Perjumpaan dengan Syaikh Al-Albani dan Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i

Salah seorang murid Syaikh Muhammad Shubhi, Muhammad bin Said Bakran menceritakan bahwa gurunya telah berjumpa dengan beberapa ulama hadits dunia, seperti Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albany dan juga Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i.

“Saat masih muda, Syaikh Muhammad Shubhi pernah berjumpa dengan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany di Yordania. Ketika itu, Syaikh Al-Albany memberikan pujian kepada Syaikh Muhammad Shubhi terkait dengan kitab yang ditahqiq-nya yaitu Ar-Raudhah An-Nadiyah, dan berwasiat kepadanya agar terus melakukan upaya tersebut (tahqiq). Saat itu juga terjadi dialog kecil antara mereka berdua yang berkaitan dengan kebolehan memotong jenggot jika telah melebihi genggaman tangan, karena jenggot Syaikh Muhammad Shubhi yang sangat panjang,” tulis Muhammad Said Bakran.

Adapun dengan Syaikh Muqbil, maka perjumpaan Syaikh Muhammad Shubhi dengannya terjadi  beberapa kali. Selain itu, beliau juga berjumpa dengan ulama-ulama zaman ini seperti Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad, Syaikh Hammad Al-Anshary dan juga Syaikh Muqri Abdul Aziz.

Keseharian Syaikh Muhammad Shubhi Hasan Hallaq

Ketika menetap di Sana’a, Yaman, Syaikh Muhammad Shubhi Hasan Hallaq banyak menghabiskan waktu beliau untuk melakukan tahqiq terhadap karya-karya Imam As-Syaukani. Beliau menjadi imam dan khatib di beberapa masjid di Sanaa.

Selain itu, beliau juga mengajarkan kitab-kitab para ulama seperti Subulus Salam karangan Imam As-Shan’ani dan juga kitab Ar-Risalah karangan Imam Syafi’i. Beliau juga memiliki andil dalam menentukan kurikulum di Universitas Al-Iman Yaman.

Adapun karya-karya beliau, diantaranya :

  1. Al-Fawaid Al-Mujtamiah Li Khatibil Jumah
  2. Al-Lubab Fi Fiqhi As-Sunnah Wal Kitab
  3. Ak-Adillah Al-Mardhiyyah Li Matni Duraril Bahiyyah
  4. Al-Muin Fi Fiqhi As-Sunnati Wal Kitabil Mubin
  5. Al-Ahaditsu Al-Qudsiyyah Fi As-Shahihain Wa Syarhu Mufradatiha
  6. Rijal Tafsir At-Thabary Jarhan Wa Ta’dilan
  7. As-Syamil Al-Muyassar Fil Fiqh
  8. dan masih banyak lagi tulisan lainnya yang totalnya mencapai hampir 300 jilid tulisan

Adapun karya Tahqiq beliau, diantaranya adalah :

  1. Subulus Salam, karangan Imam As-Shan’ani
  2. Tafsir Gharib Al-Quran, karangan Imam As-Shan’ani
  3. Iqadzil Fikrah Li Kamalil Fithrah, karangan Imam As-Shan’ani
  4. dan juga men-tahqiq karangan-karangan dari Imam Asy-Syaukani

Wafatnya Beliau

Syaikh Muhammad Shubhi Hasan Hallaq meninggal setelah mengalami sakit yang cukup lama. Beliau berpulang pada hari Sabtu (7/1/2017) dalam usia 63 tahun. Semoga Allah memberikan limpahan rahmat dan ampunan-Nya, serta menempatkan beliau di surga-Nya. Amin (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here