Kisah Sukses Pengusaha Muslim ; Kembangkan Bisnis Tanpa Riba dan Pinjaman Bank

2
2959

Cerita Inspiratif Pemilik Restoran Sari Bungo di Caman, Jatibening, Bekasi (Bagian 2)

Sebagai pengusaha, tentu saja Rizaldy berkeinginan untuk mengembangkan usahanya.  Namun, karena telah mendapatkan pendidikan agama sejak kecil, sepertinya Allah Subhana Wa Ta’ala menjawab dengan bimbingan-Nya.

“Tidak pernah terbesit di benak saya untuk menggunakan uang pinjaman bank yang berbunga (riba) untuk pengembangan usaha.  Padahal, tawaran pinjaman itu selalu datang,” kata Rizaldy.

Pernah, ia ditawarkan untuk mandapatkan fasilitas pinjaman oleh salah satu bank Syariah.

“Kebetulan waktu itu, saya juga sedang berencana untuk membuka cabang Sari Bungo.  Waktu saya pikir, bank syariah ini tidak mengandung riba.  Saya pun mendapat fasilitas pinjaman untuk membeli ruko di Mutiara Gading Timur.  Ternyata, bank tersebut tidak menerapkan sistem syariah.  Akhirnya uang pinjaman tersebut tidak saya pergunakan, dan saya kembalikan,” kata Rizaldy.

Baca tulisan sebelumnya : Kisah Sukes Pengusaha Muslim ; Dengan Berbagi, Bisnis Akan Menjadi Berkah

Cabang Sari Bungo di kawasan Mutiara Gading Timur pun akhirnya buka dengan modal sekitar Rp 2,5 miliar termasuk bangunan yang sudah diubah dari Ruko menjadi Disain Restoran berukuran 9 x 15 M.  “Alhamdulillah, cabang tersebut, saya bangun dengan uang yang dikumpulkan dari keuntungan Sari Bungo yang di Caman.  Makanya pertambahan jumlah restoran tidak instan,” kata Rizaldy.

Riba : Menghilangkan Keberkahan

Menggunakan uang bank yang mengandung riba tidak akan membawa keberkahan.  “Hidup tidak tenang, dikejar-kejar penagih utang, dibayangi penalty jika telat bayar. Mengajari keluarga berbohong. Sementara mati tidak akan membawa apa-apa,” kata Rizaldy.

Bertahannya usaha Rizaldy dalam menjalankan restoran lebih dari 16 tahun dengan ijin Allah adalah hasil penerapan kaidah profesionalisme.  Diantaranya, pembagian tanggungjawab manajemen yang sederhana.  Penanggungjawab utama restoran ada pada Manajemen Kantor, Kepala Masak, dan Rizaldy sebagai investor.

“Restoran ini sangat bergantung kepada rasa, maka kami bertiga yang menjaganya,  dibantu oleh penjaga showcase (etalasi hidangan).  Jika ada yang kurang, maka penjaga showcase yang langsung melaporkan kepada Kepala Masak atau Manajer,” kata Rizaldy.

Menjaga rasa adalah satu dari serangkaian motto yang sudah diterapkan dalam mengelola restoran.  Motto Restoran Sari Bungo adalah Taste, Service, and Clean.  “Ketiga inilah yang kami jaga bersama.  Restoran dijaga kebersihannya ditambah dengan keramahan pelayanan,” kata Rizaldy.

Untuk menjaga mutu, Rizaldy menerapkan sistem kerjasama dara vendor.  Jadi, Rizaldy menerapkan perjanjian jual beli kepada para vendor.  “Kami melakukan transaksi secara professional, semua ini bertujuan untuk menjaga mutu bahan baku.  Para vendor bertanggungjawab atas bahan baku yang berkualitas, kami siap membayar sesuai dengan pernjanjian,” kata Rizaldy.

Peerjanjian yang diterapkan antara Sari Bungo dan vendor adalah:

  1. Mereka harus memenuhi jumlah yang kita minta.
  2. Kualitas sesuai
  3. Tepat waktu pengiriman
  4. Sistem pembayaran: konsinyasi, tempo, atau tunai.

“Jadi, pembayaran bisa dilakukan dengan tiga cara.  Tetapi, saat ini kebanyaknya kami melakukan pembayaran tunai.  Karena, para vendor juga telah berusaha memberikan bahan baku yang terbaik,” kata Rizaldy.

Hal lain yang dipegang teguh Rizaldy dalam menjaga taste dan kualitas adalah mendapatkan bahan baku yang segar.  “Kami tidak pernah memasak daging beku.  Selain masalah kualitas juga, jenis dagingnya bercampur.  Tidak murni jenis daging yang kami inginkan.  Tentunya, bahan baku ini akan menjaga kualitas dari hidangan,” kata Rizaldy.

Manajemen memasak juga menjadi andalan utama dalam menghasilkan hidangan yang berkualitas.  Selain menjadi kualitas, manajemen masak juga menjaga supply hidangan agar tidak kurang atau pun berlebihan.  “Kami mengatur tiga tahap waktu memasak setiap hari.  Semua melihat situasi permintaan pasar.” kata Rizaldy.

Sebagai Restoran yang menyajikan masakan Padang, ada beberapa menu yang selalu harus ada yakni, rendang, kikil, ayam dengan berbagai jenis masakan, termasuk ayam pop, dan kepala ikan Kakap.  Rendang terdiri dari daging, paru, dan ayam.  “Pernah suatu ketika, kami tidak menyediakan hidangan Kikil, omset langsung turun,” kata Rizaldy.

Tantangan dan Tips

Namun, Rizaldy mengingatkan bahwa mengelola Restoran itu penuh dengan tantangan.  Terutama berkaitan dengan omset.  “Omset restoran itu sangat fluktuatif.  Karena, pertumbuhan omset sangat tergantung dengan apa yang kita jual.  Yang dijual, sangat tergantung dengan harga pasar bahan baku.  Jadi, pertumbuhan omset tidak berbanding lurus dengan net profit,” kata Rizaldy.

Menurut Rizaldy, kondisi di atas, karena Restoran tidak memiliki sumber bahan baku, tidak punya kebun, tidak punya ternak.  “Jadi profit bisa tinggi bisa rendah.  Karena harga jual tidak bisa setiap saat dinaikkan.  Orang sudah tahu standar harga lauk masakan padang.  Harus sabar dan pandai mengelola keuntungan,”kata Rizaldy.

Apalagi, Rizaldy mengungkapkan, omset juga tergantung kepada perekonomian masyarakat, sangat tergantung juga oleh dayabeli masyarakat.  “Misalnya, ada masa ketika itu konsumen mampu membeli daging, sekarang ngga bisa.  Dalam kondisi berikutnya, hanya mampu makan nasi dengan ayam atau hanya dengan telur.  Tentu harga dan keuntungannya berbeda,” kata Rizaldy.

Keberhasilan sebuah usaha tidak serta merta urusan manajerial dan profesionalisme.  Namun faktor lain yang mampu menunjang keberhasilan.  Rizaldy mengungkapkan bahwa kejujuran adalah kekuatan yang tersembunyi.  “Orang-orang jujur akan menerapkan prinsip-prinsip syariah.  Orang yang berorientasi akhirat akan jujur, karena ia tidak berkeinginan merugikan oranglain,” kata Rizaldy.

Terbuka Untuk Bermitra

Rizaldy ternyata terbuka untuk membagi keberhasil pengelolaan restorannya.  Ia siap bermitra dengan siapa pun yang serius ingin membuka Restoran Masakan Padang Sari Bungo.  Namun, tentu saja dengan persyaratan dan perjanjian kerjasama yang sama-sama menguntungkan.  “ Syarat utamanya adalah bentuk bangunan harus diperuntukan untuk Restoran, bukan berbentuk Ruko,” kata Rizaldy.

Selain itu, investor harus menyiapkan perabotan dapur, modal kerja, dan SDM.  Menurut Rizaldy, diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp7 – 8 miliar untuk membangun restoran karena harus menyiapan lokasi dan bangunan.  Siapa Mau bermitra dengan Sari Bungo?

“Unggul dalam usaha, utama dalam kualitas” (ery/azman)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here