Tujuh Warga Indonesia Berhasil Dievakuasi dari Aleppo

0
44

ALEPPO (fokusislam) – Tujuh orang warga negara Indonesia yang bekerja di Aleppo berhasil dievakuasi dan diselamatkan.  Kedutaan Besar RI untuk Suriah di Damaskus menerima kedatangan mereka pada Selasa (10/1/2017).

Tiga dari tujuh warga Indonesia itu berasal dari Serang, Banten. Sementara yang lainnya berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat/Banten seperti Tangerang, Indramayu dan Karawang. Selain itu ada pula yang berasal dari Sulawesi Selatan dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (11/1/2017), mereka adalah Nurlaela Binti Saodi (Tangerang); Itik Rasja (Indramayu); Sukania (Serang); Warsah Warman (Karawang); Sabarinah Kamarudin (Sulawesi Selatan); Rahuni Ginik (Lombok); dan Sri Sunarsih binti Hatmin (Serang).

Itik Rasja, TKI asal Indramayu yang telah bekerja selama sembilan tahun di Aleppo menceritakan dirinya dulu dijanjikan bekerja di Qatar. Namun, pada kenyataannya ia malah dikirim ke Suriah. Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers tersebut, Itik juga menceritakan keadaan Aleppo yang langka akan air dan listrik.

“Sudah enam bulan ini listrik mati, sehingga kami memakai generator untuk menghasilkan listrik. Kami juga sering menggunakan aki mobil sebagai pengganti penghasil listrik,” ujar Itik.

“Begitu juga dengan air, seringkali kami kehabisan air yang disuplai oleh Pemerintah Suriah, sehingga majikan saya harus membelinya dari luar Aleppo.”

Duta Besar RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, menegaskan bahwa pengiriman TKI ke Suriah sudah disetop sejak 2011 dan ke seluruh Timur Tengah sejak 2015.

“Namun ironisnya, di tengah gelombang pengungsi rakyat Suriah ke luar negeri, ternyata masih marak praktik perdagangan manusia ke Suriah berkedok pengiriman TKI.” (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here