Beda dengan Arab Saudi, Australia Tak Sepenuhnya Sepakat dengan Hasil Konferensi Perdamaian di Paris

0
172
Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir
Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir

PARIS (fokusislam) –  Perwakilan dari sekitar 70 negara dan Lembaga Internasioanal hadir di Paris guna mengikuti Konferensi Perdamaian Timur Tengah, Ahad (15/1/2017). Australia menjadi salah satu wakil yang hadir dalam pertemuan itu.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menuturkan, walaupun pihaknya terlibat dalam konferensi Paris, namun Australia tidak sepenuhnya sepakat mengenai hasil pertemuan itu.

Konferensi itu menghasilkan sebuah komunike yang berisi seruan kepada kedua belah pihak untuk mengambil langkah-langkah mendesak guna membalikkan tren negatif, termasuk tindakan kekerasan dan pembangunan permukiman Israel di wilayah Palestina.

Komunike juga menyambut resolusi Dewan Kamanan (DK) PBB 2334, yang menyatakan pemukiman melanggar hukum internasional dan menyerukan Israel untuk segera menghentikan semua kegiatan permukiman.

Paska konferensi, Bishop menyatakan, dengan hadirnya Australia dalam pertemuan itu, tidak membuat Australia harus setuju pada hasil akhir pertemuan.

“Dalam konferensi itu, Australia diwakili oleh para pejabat diplomatik dari Kedutaan Besar Australia di Paris. Sementara pemerintah Australia diwakili pada konferensi Paris ini, tidak berarti kita setuju dengan semua elemen dari pernyataan akhir, “ kata Bishop yang dikutip dari sindonews, Senin (16/1/2017).

Sementara itu, Arab Saudi melalui Menlu Adel Al-Jubeir justru menegaskan komitmen negaranya dalam memberikan pembelaan terhadap Palestina. Al-Jubeir bahkan menyebut bahwa Palestina berhak mendapatkan kembali tanahnya sesuai dengan perbatasan yang dimiliki pada tahun 1967.

Untuk diketahui, perbatasan itu memang sudah ada sebelum Perang Enam Hari di mana Israel menduduki dan mencaplok daerah-daerah berpenduduk Palestina. (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here