Mengenal Raja Salman, Raja Arab Saudi Yang Akan Berkunjung ke Indonesia

0
3284
Raja Salman
Raja Salman

JAKARTA (fokusislam) – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz direncanakan akan mengunjungi Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Rencana kedatangan Raja Salman beserta rombongannya menjadi salah satu yang banyak dibicarakan netizen beberapa hari belakangan.

Siapakah Raja Salman dan seperti apa kehidupannya?. Berikut ringkasan profil Raja Salman yang diambil dari situs Al-Riyadh, Wikipedia dan juga Kisah

Lahir dan Besar

Salman bin Abdul Aziz dilahirkan bulan Syawal 1354 H atau yang bertepatan pada 31 Desember 1935. Ia adalah anak ke-25 dari Raja Abdul Aziz bin Saud. Ibunya bernama Hassa al-Sudairi. Hassa dinikahi oleh Raja Abdul Aziz di awal tahun 1930-an.

Saat itu Abdul Aziz menaklukkan wilayah Nejd, kemudian menikahi Hassa, wanita dari kabilah atau klan al-Sudairi salah satu kabilah terkuat di Nejd.

Salman kecil tumbuh bersama saudara-saudaranya dalam lingkungan istana. Ia telah terbiasa melihat ayahnya, Raja Abdul Aziz, dalam berbagai pertemuan resmi, baik yang skalanya lokal, nasional ataupun internasioal.

Bersama saudara-saudaranya yang lain, Salman kecil dididik di sekolah khusus kerajaan. Dari kecil, Salman sudah memperlihatkan kecintaannya terhadap ilmu dan Al-Quran. Khusus untuk masalah Al-Quran, Raja Salman ternyata telah menyelesaikan hafalannya pada usia 10 tahun di bawah bimbingan Imam dan Khatib masjidil Haram saat itu, Syaikh Abdullah Khayyath rahimahullah.

Kepemimpinan dan Karir Politik

Salman bin Abdul Aziz diangkat menjadi gubernur Provinsi Riyadh pada usia 28 tahun, tepatnya tanggal 4 Februari 1963. Masa jabatannya berlangsung selama empat puluh delapan tahun, dari tahun 1963 sampai 2011. Sebagai gubernur, ia memberikan kontribusi untuk pengembangan Riyadh dari kota menengah ke kota besar metropolitan.

Ketika Salman bin Abdul Aziz menjabat gubernur Riyadh, King Saud University di Riyadh didirikan. Sekarang universitas ini menjadi salah satu yang terbaik di Arab Saudi dan mulai diperhitungkan di dunia pendidikan tinggi internasional.

Pada 5 November 2011, Pangeran Salman diangkat menjadi menteri pertahanan menggantikan saudara kandungnya yang menjadi putra mahkota, Pangeran Sultan bin Abdul Aziz. Pada hari yang sama, Pangeran Salman juga terpilih sebagai anggota Dewan Keamanan Nasional (NSC).

Alasan pengangkatannya sebagai menteri pertahanan karena memang ia memiliki kompetensi yang luar biasa. Pertama, sifatnya yang mengedepankan perdamaian dan diplomasi. Hal ini juga diketahui bahwa ia aktif berurusan dengan masalah internal keluarga kerajaan dan menengahi perselisihan di antara mereka. Kepandaiannya dalam diplomasi juga membuat ia disegani di kalangan suku-suku Arab Saudi.

Kedermawanan dan Sifat Sosial Pangeran Salman

Sejak tahun 1965, Pangeran Salman sudah diamanahi oleh Kerajaan untuk mengurusi perkara dan bantuan kemanusiaan. Bahkan setelah menjadi Raja, Pangeran Salman tetap memberikan perhatian kepada kaum muslimin di seluruh dunia, tidak hanya di negeri-negeri Arab saja. Salah satu bentuk perhatiannya adalah keberadaan King Salman Center for Relief and Humanitarian Aids (Pusat Bantuan Raja Salman untuk Kemanusiaan).

Bantuan dari Raja Salman
Bantuan dari Raja Salman

Raja Salman juga berulang kali membuat kampanye nasional dan mengajak warga Saudi untuk ikut menyumbang bagi warga Suriah dan Yaman yang tengah mendapat beragam ujian dan cobaan.

Menjadi Raja

Setelah Raja Abdullah bin Abdul Aziz wafat pada dini hari tanggal 23 Januari 2015, dewan kerajaan menunjuk Pangeran Salman sebagai raja baru Arab Saudi menggantikan saudara tirinya tersebut. Sebuah amanah besar dan tugas yang berat sudah menanti beliau. Serangan ISIS dan separatis Syiah dari dalam dan luar negeri adalah ancaman serius yang menjadi prioritas pertama.

Semoga Allah selalu memberikan keberkahan kepada Raja Salman bin Abdul Aziz, kepada Kerajaan Arab Saudi dan kepada seluruh kaum muslimin. (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here