Sajikan Makanan Halal, Resto di Universitas Amerika Ini Buka 24 Jam

0
176
University of California, San Diego
University of California, San Diego

SAN DIEGO (fokusislam) – Makanan halal kini bisa ditemui di restoran universitas Amerika ini, termasuk menu Indonesia. Bahkan mahasiswa bisa menikmatinya 24 jam!

University of California, San Diego kini menyediakan makanan halal dan kosher. Bagi yang lapar di malam hari, kedua jenis makanan inipun masih tersedia. UC San Diego jadi yang pertama diantara tempat makan University of California lainnya yang buka 24 jam sehari, lapor San Diego Union Tribune (16/01).

OceanView Terrace di Thurgood Marshall buka kembali pada Rabu (11/01) setelah direnovasi dua tahun. Mahasiswa berkumpul di sana saat pembukaan untuk menikmati pizza, sajian Mediterania, salad dan kue-kue gratis.

Di sana juga tersedia makanan halal dan kosher. Bermula pada tahun 2014, anggota Union of Jewish Students dan Muslim Student Association di UC San Diego mulai membahas terbatasnya pilihan makanan bagi mereka di kampus.

Akhirnya dibuatlah makanan yang cocok untuk pola makan Yahudi dan Muslim. Keduanya punya banyak kesamaan namun melibatkan beberapa perbedaan. Misalnya larangan pemakaian alkohol dalam makanan halal.

“Ini melibatkan pembelajaran, banyak pelatihan dan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh. Pertama, makanan konsher berarti seluruh bahan disetujui rabbi dan bersertifikat kosher. Tidak ada olahan susu di restoran kami. Lingkungan pun harus diawasi,” jelas Leo Acosta, koordinator layanan makanan di House, Dining, Hospitality UC San Diego, seperti dikutip dari San Diego Union Tribune.

Nadah Feteih, Wakil Presiden Muslim Student Association, mengatakan bahwa tempat makan di kampus sangat terbatas akan pilihan makanan halal. Namun ia menambahkan bahwa Oceanview dulunya sempat memberi beberapa pilihan makanan halal dan kosher sebelum renovasi.

“Saya pikir ini adalah langkah baik dimana lebih banyaknya pilihan (makanan) dan mengakomodasi kelompok lain di kampus. Seperti pelajar Muslim dan Yahudi yang dalam agamanya harus mengikuti pola makan tertentu. Saya pikir ini akan sangat membantu dan merupakan sebuah sikap benar-benar baik dari universitas untuk menyediakan ini,” ungkap Nadah seperti dilaporkan UCSD Guardian (13/01).

Area makan terbagi tiga tempat (station). Ada Spice, yang menyediakan rotasi menu kosher dari Asia, Indonesia, Timur Tengah, Afrika Utara, Cajun dan masakan lainnya. “Ini semua makanan enak yang kosher,” tambah Acosta.

Sementara area Third Kitchen sajikan pizza tanpa daging babi sebagai topping. Di tempat tersebut memang tidak diperbolehkan pemakaian daging babi. Sehingga pizza bisa dinikmati pengikut pola makan halal atau kosher.

Menurut Acosta, restoran tidak bersertifikat halal tapi halal-friendly. “Di pizza station, kami menggunakan protein halal. Ada beef pepperoni, ayam halal dan chicken wings halal,” ujarnya.

Area ketiga, Counter Culture, menyediakan makanan lebih ringan. Ada espresso, smoothies, acai bowl, pastry dan gelato. (azman)

Source : Detikfood

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here