Lanjutan Kajian The Rabbanians : Ketika Ka’ab Bin Malik Diboikot Kaum Muslimin

0
324

JAKARTA (fokusislam) – Kisah Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu pada bagian ke-4 yang disampaikan oleh Ustad Muhammad Nuzul Dzikri semakin menegangkan.  Setelah pengakuan jujur di hadapan Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wasallam, Ka’ab bin Malik harus menghadapi kenyataan pahit, yakni di boikot selama 50 hari.

“Ka’ab tidak sendiri, karena ada dua orang sahabat nabi yang juga mengalami hal yang sama karena pengakuan jujurnya.  Yakni, Hilal bin Umayyah dan Murarah bin Ar-Rabi.   Satu kota Madinah memboikot mereka bertiga, didiamkan,” ungkap Ustadz Nuzul di hadapan ribuan jamaah yang hadir di Kajian Lepas Kerja, Rabu malam ba’da Isya di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta.

Ka’ab, sudah seperti orang asing yang tidak memiliki siapa-siapa.

“Sampai-sampai Ka’ab mengungkapkan bahwa dirinya yang seperti orang asing di Kota Madinah,”  tambah Ustadz Muhammad Nuzul.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Nuzul mengungkapkan bahwa perintah Rasullullah untuk memboikot Ketiga sahabatnye tersebut selama 50 hari bukan tanpa alasan.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki kekhawatiran ada sifat munafik pada ketiga sahabatnya.  Karena, hanya orang munafik yang tidak ikut perang Tabuk tanpa alasan syar’i.  Orang munafik tidak akan tahan diboikot selama 50 hari,” kata Ustadz Nuzul.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari Kisah Ka’ab bin Malik pada bagian ke-4 ini.  Diantaranya, sudah sepatutnya kita juga harus khawatir atas sifat munafik mengjangkiti diri sendiri.  Mukmin sejati kata Ustadz Nuzul, harus khawatir dari sifat munafik.  Untuk mengetahui lebih lanjut, simak video berikut

(eri/azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here