Hadapi Gerakan Informasi Yang Menyesatkan, MUI Ajak Jurnalis Muslim Bangun Counter Media

0
178

JAKARTA (fokusislam) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundang sekitar 75 Jurnalis Muslim se Jabotabek ditambah utusan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kamis (2/2/2017).  Menurut Ketua Umum MUI, KH Ma’aruf Amin, saat ini Majelis Ulama Indonesia memang harus menjalin hubungan erat dengan Media Islam.

“Kami ingin media Islam dapat menyampakan kebenaran,” ujar Ma’ruf Amin dihadapan peserta Forum.

Saat ini menurut Ma’ruf Amin, ada gerakan penyebaran informasi yang menyesatkan di Media Sosial.   Hal tersebut membuat masyarakat ragu-ragu akan kebenaran informasi yang beredar tersebut.

“Maka perlu ada langkah-langkah pencegahan dalam bentuk counter media yang selama ini belum dimiliki oleh Majelis Ulama.  Itulah, kami membutuhkan teman-teman jurnalis muslim yang dapat memanfaatkan berbagai jenis media untuk melakukan tugas tersebut,” kata Ma’ruf.

Hal penting, kata Ma’ruf Amin, peran jurnalis muslim adalah menyampaikan sosialisasi dan edukasi mengenai Islam Wasathiyah.  Di Indonesia, ada Islam yang terlalu keras, radikal, terlalu semangat. Ada juga Islam yang terlalu lembek, yang seperti tidak memiliki semangat.

“Nah, kita harus bangun mesyarakat Islam yang Wasathiyah di dalam cara berfikir dan bergerak, yakni moderat.  Tidak radikal dan tidak juga loyo.  Kita bangun Islam yang santun, tidak ada intimidasi, tidak ada paksaan,” katanya.

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Islam yang toleran adalah Islam yang saling mencintai, namun  tetap mengajarkan kebenaran.

“Islam yang mengajarkan saling mencintai dan menyayangi, serta menghargai kebhinekaan.  Namun, tetap  menyampaikan prinsip-prinsip Ke-Islaman yang benar, ini yang disebut toleran,” tutup Ma’ruf. (eri/azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here