Aksi 112, GNPF-MUI Serukan Revolusi Akhlaqul Karimah

0
198
Ustadz Arifin Ilham menyampaikan taushiyah dihadapan jamaah yang hadir di Masjid Istiqlal pada Sabtu (11/2/2017)
Ustadz Arifin Ilham menyampaikan taushiyah dihadapan jamaah yang hadir di Masjid Istiqlal pada Sabtu (11/2/2017)

JAKARTA (fokusislam) –   Ketua umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar Nasir pada aksi 112, Sabtu, (11/2/2017) menegaskan pentingnya revolusi akhlaq karimah.

Berbeda dengan slogan revolusi mental pemerintah Jokowi, pimpinan GNPF MUI ini ajak umat Islam membenahi akhlaq sehingga mampu menjadi bangsa yang bermartabat.

“Yang paling penting adalah revolusi akhlaq karimah. Jika ingin menjadi bangsa yang bermartabat, maka perbaikilah akhlaq karimah kita,” ujar Ustadz Bachtiar di hadapan kaum muslimin yang memenuhi Masjid Istiqlal, seperti dilansir Islamic News Agency (INA).

Ia mengingatkan agar umat Islam harus siap menjaga kedamaian, juga siap membalas segala keburukan dengan kebaikan. Meskipun kerap dihina, umat Islam harus menjaga perdamaian.

“InsyaAllah, Indonesia akan menjadi orang-orang paling bermartabat di muka bumi,” kata dai yang akrab disapa UBN ini dalam tausiahnya.

UBN menghimbau agar umat Islam tidak mengeluarkan kata-kata kotor di media sosial. Umat Islam diminta menerapkan akhlaqul karimah di kehidupan sehari-hari juga di dunia maya. Ia pun meminta agar umat tidak menanggapi segala bentuk provokasi, sebab umat Islam cinta damai.

“Kalau diprovokasi, mohon maaf. Kita ummat Islam cinta damai,” pungkas dia.

Sementara itu, terkait dengan kriminalisasi terhadap para tokoh dan ulama, UBN siap menerima apapun resikonya.

“Saya hanya akan menyampaikan hal yang penting. Apapun yang terjadi di akhir ini, saya dan Al-Habib (Rizieq Syihab, red) yang akan menerima akibatnya. Jadi ini semua adalah resikonya,” kata Bachtiar Nasir di Masjid Istiqlal, Sabtu, (11/2/2017).

Menurutnya, orang yang sedang berjuang menuju kebenaran hanya ada dua pilihan. Kalau tidak maju, ia mundur. Untuk itu, ia mengajak umat terus berjuang dan maju mendekat kepada Allah SWT, kendati mendapat hujatan.

Beliau melanjutkan, umat Islam harus siap maju dan bersatu meski disebut anti pancasila dan anti toleransi.

“Demi Allah, kalau kita siap bersatu, kalau kita berakhlakul karimah, maka wallahi, wallahi wallahi, umat Islam akan menjadi pengharum bangsa Indonesia. Bahkan di dunia,” tukasnya.

Bachtiar meminta agar umat Islam tidak mau diadu domba oleh pihak tertentu. Sebab, saat ini ada pihak tak bertanggungjawab yang memanipulasi otak bangsa ini melalui media sosial.

Salah satu contohnya, Bachtiar menceritakan, menurut penjelasan para pakar, sangatlah aneh majelis hakim dalam sidang kasus penistaan agama diam saja ketika Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin dihina.

“Kenapa di sidang Ahok, hakim diam saja ketika ulama dihina. Hampir kami laporkan hakim ke mahkamah, tapi ternyata, ada dukun di dalam. Ada yang mempengaruhi hakim dan jaksa di dalam persidangan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tiga pimpinan GNPF MUI sedang dikriminalisasi aparat keamanan. Ketua Pembina GNPF MUI, Habib Rizieq Syihab tersangkut kasus penghinaan lambang negara. Korlap Aksi GNPF MUI Munarman dilaporkan di Polda Bali, sementara Ustadz Bachtiar nasir dituduh melakukan penggelapan dana infaq dan sedekah yang masuk ke rekening GNPF MUI.  (Fajar Shadiq/Ina/Ibn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here