Warga Sumenep Protes; Anak-Anak Mereka Diberi Bingkisan Atribut Agama Kristen

0
2443
anak-anak SDN Manding 1 menerima bingkisan
anak-anak SDN Manding 1 menerima bingkisan

SUMENEP (fokusislam) – Para orang tua di Kecamatan Manding, Sumenep, Madura dilanda keresahan yang luar biasa. Keresahan mereka bukan tanpa alasan. Mereka merasa resah lantaran anak-anak mereka diberi bingkisan hadiah dengan berbagai atribut dari agama kristen.

Diantara anak-anak yang menerima bingkisan tersebut adalah anak-anak yang bersekolah di SDN Manding Laok I, Kecamatan Manding. Bingkisan yang diterima berisikan boneka bertulis jesus, kalung salib dan buku-buku Kristen.

Dikutip dari MataMaduraNews, Selasa (22/2/2017), bingkisan tersebut diberikan kepada para siswa setelah ada kegiatan sosialisasi kebangsaan di sekolahnya.

“Kabarnya, bingkisan semacam itu juga terjadi di SDN Marengan Daya 2, Kecamatan Kota Sumenep dan SDN Manding. Besok (hari Rabu, 22/2/2017) kabarnya juga akan ngirim ke  SMPN Manding dan SMPN 6 Sumenep. Ini saya dikirimin info via WA (WahtsApp, red.) dari seorang teman,” tulis salah seorang pemberi informasi sembari menyertakan screenshoot percakapan kehebohan bingkisan bertaribut agama Kristen tersebut.

Menurutnya, yang lebih disayangkan lagi adalah bahwa penyelenggaranya merupakan warga asli Sumenep dan merupakan mantan pejabat di Pemkab Sumenep.

“Informasinya, koordinator penyelenggara kegiatan orang asli Sumenep bergelar haji dan mantan pejabat Pemkab Sumenep,”lanjutnya lagi.

Tak lama berselang, seorang pemilik akun facebook bernama M Khalqi Kr, mengupload sejumlah foto berisi keterangan sebagai berikut:

“Dapat kabar dari teman di Manding, tadi siang SD di kecamatan Manding didatangi orang tidak dikenal memberi bingkisan, setelah dibuka berisi boneka, kalung salib, dan buku2 Kristen. Malam ini masyarat sangat resah dengan kejadian teraebut, apalagi tindakan mereka mendapat “restu” dari Dinas Pendidikan Sumenep. Mnrt saya ini tindakan yang sangat “melecehkan”, bahkan lebih melecehkan dari penistaan AHOK, tapi semua harus tetap mengedepankan kewaspadaan tinggi, siapa tahu ini merupakan “puzzle” yang akan terangkai secara utuh pada agenda “adu-domba” bangsa ini,” tulisnya. (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here