Melihat 7 Prestasi Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud

0
1271
Raja Salman saat menerima gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Al-Azhar

JAKARTA (fokusislam) – Rencana kehadiran Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud ke Indonesia sudah terkonfirmasi. Sebelum Raja Salman datang, ada baiknya kita mengetahui apa saja yang sudah ia lakukan untuk negara, rakyat dan agamanya.

Berikut 7 Prestasi Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al-Saud yang dikutip dari berbagai sumber :

  1. Menempatkan Kelompok Muda dalam Jabatan Strategis

Setelah ditunjuk menjadi Raja pada awal 2015 lalu, Raja Salman mebuat gebrakan yang sedikit berbeda dengan raja-raja Arab Saudi sebelumnya. Raja Salman memberikan penghormatan kepada kelompok muda yang memilik potesi, untuk duduk dan menempati posisi strategis dalam pemerintahan.

Diantaranya adalah penunjukan Pangeran Muhammad bin Nayif sebagai Menteri Dalam Negeri yang juga merangkap sebagai Putra Mahkota. Selain itu, ditunjuk juga Pangeran Muhammad bin Salman sebagai Menteri Pertahanan dan juga wakil Putra Mahkota.

  1. Perhatiannya kepada Dunia Pendidikan

Bulan Maret 2015, Raja Salman membuka Konferensi Internasional II Tentang Sejarah Raja Abdul Aziz yang diselenggarakan di Universitas Imam Muhammad bin Saud, di kota Riyadh. Dalam acara itu, Raja Salman mendorong agar universitas-universitas yang ada di Arab Saudi segera melakukan lompatan-lompatan ke depan, baik dalam hal ilmu pengetahuan ataupun dalam hal pembangunan. Tak tanggung-tanggung, Arab Saudi menyiapkan dana hingga 3,2 Milyar Reyal.

  1. Tak Pandang Bulu dalam Penegakan Hukum

Kalau di negara-negara lain yang hukum terasa sangat sulit ditegakkan, atau terkesan tajam ke bawah tumpul ke atas, maka tidak demikian dengan Arab Saudi. Di bawah pimpinan Raja Salman, seorang pangeran yang bersalah pun tetap harus menjalani hukuman. Salah satunya adalah eksekusi mati terhadap Pangeran Turki Al-Kabir yang terbukti melakukan tindakan pembunuhan.

  1. Perhatian Terhadap Dua Masjid Suci

Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah tidak lepas dari perhatian Raja Salman. Dua masjid suci yang menjadi tujuan kaum muslimin dunia itu diberikan perluasan dengan proyek yang bernilai “wah”. Khusus untuk Masjidil Haram, kabarnya proyek perluasan ini akan menciptakan ruang tambahan guna menampung sekitar  500 ribu jamaah.

  1. Humanisme Raja Salman

Sejak tahun 1965, Pangeran Salman sudah diamanahi oleh Kerajaan untuk mengurusi perkara dan bantuan kemanusiaan. Bahkan setelah menjadi Raja, Pangeran Salman tetap memberikan perhatian kepada kaum muslimin di seluruh dunia, tidak hanya di negeri-negeri Arab saja. Salah satu bentuk perhatiannya adalah keberadaan King Salman Center for Relief and Humanitarian Aids (Pusat Bantuan Raja Salman untuk Kemanusiaan).

Raja Salman juga berulang kali membuat kampanye nasional dan mengajak warga Saudi untuk ikut menyumbang bagi warga Suriah dan Yaman yang tengah mendapat beragam ujian dan cobaan.

  1. Visi 2030

Jika selama ini Arab Saudi dikenal sebagai negara Petro Dolar, lantaran kandungan minyakn dan ketergantungan Arab Saudi akan minyak, maka di masa pemerintahan Raja Salman hal itu mendapatkan sedikit reformasi. Arab Saudi tahu bahwa minyak pasti akan mengalami penurunan.

Untuk mengatasi penurunan pendapatan dari harga minyak ini, Arab Saudi meloloskan reformasi dalam hal ekonomi secara menyeluruh. Tujuannya, mengalihkan negara itu dari ketergantungan pada minyak. Reformasi itu diberi nama Visi Saudi 2030.

  1. Haji Undangan Raja Salman

Situs  berita Arabnews.com, akhir Agustus 2016 lalu menuliskan bahwa ada sekitar 2000 orang dari seluruh dunia yang diundang haji oleh Raja Salman. Sebagian berasal dari keluarga syuhada Palestina dan negara-negara Arab lainnya seperti Suriah, Yaman dan Irak. Dari Indonesia pun ada ratusan orang yang diundang untuk melakukan peribadahan haji yang semuanya difasilitasi oleh Kerajaan Arab Saudi. (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here