Kajian The Rabbanians Tentang Ka’ab bin Malik Part Terakhir ; Allah Menerima Taubat Mereka

0
249

JAKARTA (fokusislam) – Kisah Ka’ab bin Malik memasuki bagian terakhir.  Kisah bersambung yang dipaparkan oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri di Kajian Lepas Kerja di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru pada Rabu, 1 Maret 2017 ba’da Sholat Isya.

Pantauan Fokus Islam, kajian ini dihadiri oleh ribuan peserta usia muda.  Banyak pelajaran yang bisa diambil pada kisah Ka’ab bin Malik untuk bekal kehidupan seorang mukmin.

Ustadz Nuzul mengungkapkan, pada penghujung masa boikot, Ka’ab memilih sholat shubuh di atap rumahnya.

“Saat itu, Ka’ab merasakan dunia yang luas ini begitu sempit.  Dada terasa sesak, efek dari 10 hari terakhir, ketika semua orang tidak ada yang bicara dengannya, termasuk istrinya.  Setelah selesai sholat, Ka’ab mendengar sayub-sayub orang berteriak dari salah satu bukit, teriakan itu Wahai Ka’ab, bergembiralah,” kata Ustadz Muhammad Nuzul.

Seketika itu pula, Ka’ab langsung bersujud. Apa yang terajdi?  Di Masjid Nabawi, selepas sholat Shubuh, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumpkan bahwa taubat Ka’ab, Miroroh, dan Hilal diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Serta merta, para sahabat berlomba-lomba berlari untuk memberitahukan kepada ketiganya.

Ada yang berlari, ada yang menunggang kuda, ada pula yang secara strategis mencari bukit yang mendekati rumah Ka’ab untuk berteriak memberitahukan kepada Ka’ab tentang informasi tersebut.  Begitulah, para sahabat yang sangat bersuka cita ketika sahabatnya mendapatkan kebahagiaan.  “Saat itu menjadi hari terbaik bagi Ka’ab semenjak dilahirkan”, kata Ustadz Muhammad Nuzul.

Ka’ab pun memberi hadiah baju satu-satunya yang dikenakan saat itu kepada sahabatnya yang pertama kali memberitahukan tentang informasi dari Rasulullah.  Lalu, Ka’ab meminjam baju kerabatnya dan bergegas menuju Masjid menenui Rasullullah.

“Saat itu, Tholhah langsung menghampiri dan menyambut Ka’ab dengan menyalaminya secara hangat.  Ini Sunnah Rasul, karena Rasulullah bergembira dan berseri melihat Ka’ab” kata Ustadz Muhammad Nuzul.

Ka’ab pun bertanya kepada Rasulullah, “Apakah berhentinya boikot ini dari Rasul atau dari Allah?  Rasul menjawab, ini dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.”  Bagi Ka’ab, ridho Allah itu sangat penting, lebih dari ridho Rasulullah.  “Lalu, Ka’ab pun spontan mengatakan akan mengeluarkan shodaqoh untuk Allah dan Rasul-Nya.

Ka’ab mengungkapkan bahwa, “kejujuran itu yang menyelamatkan ku”, dari Ujian Allah.  Sejak saat itu Ka’ab tdk pernah berbohong. Dan memohon kepada Allah agar dijaga dan tidak berbohong sampai akhir hayatnya.  “Pelajaran yang sangat berharga, tekad saja ngga cukup, tetapi Ka’ab berdoa, agar Allah menjaganya.  Barang siapa bergantung kepada sesuatu, Allah akan meninggalkannya dengan sesuatunya tersebut.

Banyak lagi pelajaran yang bida dipetik. Untuk lebih lengkapnya, silahkan lihat video berikut

(eri/azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here