Selain Tentara Israel, Ranjau Juga Jadi Ancaman Bagi Warga Palestina

0
34
ilustrasi ranjau
ilustrasi ranjau

RAMALLAH (fokusislam) – Ranjau darat merupakan salah satu cara umum membunuh yang tersebar di berbagai zona konflik di dunia, termasuk Palestina. Palestina masih menderita akibat ranjau-ranjau di sejumlah daerah, meskipun sejumlah besar dari ranjau tersebut telah disingkirkan.

Berdasarkan data statistik Pusat Tindakan Ranjau Palestina pada tahun 2017, ranjau-ranjau telah menewaskan 300 warga Palestina dan membuat sekitar 26.000 lainnya cacat fisik. Data statistik juga menunjukkan keberadaan 1,5 juta ranjau yang tersebar di 166 ladang sepanjang jalan dari Jenin ke Al-Khalil, terutama di daerah-daerah perbatasan.

Ahmad Masaid, penduduk Lembah Yordan, mengungkapkan bahwa Lembah Yordan memiliki ranjau dengan jumlah terbesar di Palestina, serta perlengkapan perang yang ditinggalkan oleh pasukan penjajah Zionis, yang juga merenggut kehidupan banyak warga Palestina. Ia menambahkan, “Penjajah Zionis menggunakan segala cara yang dimungkinkan untuk mengendalikan warga Palestina di Lembah Yordan, termasuk menanam ranjau di ratusan hektar lahan pertanian.”

Ia melanjutkan, “Akibat ranjau-ranjau yang ada di sekitar desa-desa warga Palestina, ratusan warga kehilangan nyawa atau anggota tubuh mereka diamputasi sehingga mengubah mereka menjadi orang yang tak berdaya. Ranjau-ranjau itu hadir dengan cara yang mengerikan di gunung-gunung dan lembah-lembah.”

Tak ada pagar atau tanda peringatan

Ia menunjukkan bahwa bahayanya terletak pada kenyataan bahwa ada banyak ladang ranjau di Lembah Yordan terjajah, tapi tak ada informasi jelas mengenai perkiraan letak ranjau-ranjau tersebut, baik terkait dengan jumlah maupun tempat. Pun, tak ada pagar atau tanda peringatan yang mengindikasikan lokasi ranjau-ranjau tersebut.

Militer penjajah Zionis secara acak menanam ranjau-ranjau tersebut. Alhasil, kata Masaid, para petani Palestina menolak masuk ke dalam lahan-lahan pertanian setelah ladang mereka dinyatakan sebagai zona militer tertutup.

Seorang ahli yang bekerja dengan tim PBB untuk memberantas ranjau mengatakan pada reporter PIC, setelah ceramah yang ia berikan pada Hari Internasional Melawan Ranjau, “Bahaya ranjau masih ada di Palestina. Bentuknya berlainan mulai dari 1967 dan bahkan sebelumnya, serta ranjau-ranjau yang baru ditanam seperti yang ditanam setelah perang di Gaza 2014.”

Ia menambahkan, “Kami bekerja di Jalur Gaza untuk menyingkirkan ranjau dan sisa dari sejumlah perang, terutama pada dua perang terakhir. Kami menjinakkan 129 bom dan menyingkirkan 29 ton perlengkapan militer.”

Hambat pembangunan

Insinyur Mazen Awad, yang mengawasi beberapa proyek pembangunan di Tepi Barat, mengatakan pada reporter PIC bahwa selain fakta bahwa ranjau-ranjau itu mengakibatkan kehilangan nyawa, terutama bagi para penggembala dan petani Palestina, ranjau juga menghambat pembangunan di Palestina. Ia menambahkan, “Banyak dari ranjau itu berada di tanah-tanah yang bisa digunakan untuk industri dan pertanian. Ranjau-ranjau itu merupakan rintangan bagi pembangunan ekonomi Palestina.” (azman)

Sumber : Sahabat Al-Aqsa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here