Terkait Tuntutan Ringan Kepada Ahok, Yusril : Putusan Lebih Berat dari Tuntutan Sudah Sering Terjadi

0
198
Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra

JAKARTA (fokusislam) – Kasus penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Tjahaja Purnama (Ahok) baru saja menyelesaikan sidang pleidoi. Pekan sebelumnya, Ahok dituntut satu tahun penjara dua tahun percobaan dalam kasus penistaan agama yang menjeratnya.

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut membuat masyarakat merasa kecewa. Pengguna internet bahkan kemudian memplesetkan istilah JPU menjadi Jaksa Pembela Umum.

Meski begitu, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai hakim bisa menjatuhkan vonis lebih berat dari tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menurutnya itu biasa terjadi dalam praktek hukum.

“Jadi bisa saja hakim memberi keputusan lebih daripada yang dituntut jaksa. Dalam praktek, itu sering terjadi,” ujarnya kepada iNews beberapa waktu lalu.

Yusril menambahkan, putusan lebih berat dari tuntutan sudah sering terjadi. Ia mencontohkan, dalam kasus korupsi sering terjadi hal seperti itu.

“Dalam kasus korupsi misalnya , itu seringkali terjadi. Jaksa menuntut tiga tahun, tapi hakim menjatuhkan lima tahun,” ucapnya.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah menilai tuntutan terhadap Ahok ringan. “Yang jelas kita sangat kecewa,” kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak yang dikutip dari Okezone, Rabu (26/4/2017).

Dahnil menduga, JPU telah dikontrol oleh Jaksa Agung Muhammad Prasetyo yang merupakan mantan kader Partai NasDem. Diketahui, NasDem adalah partai pengusung Ahok saat berkontestasi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

“JPU dikontrol oleh Jaksa Agung yang memiliki afiliasi politik terhadap Ahok. Tuntutan JPU itu seperti akrobasi hukum dengan sangat terang-benderang dan mengina nalar dan keadilan publik,” ucapnya. (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here