Gara-Gara Sebut Kotanya Kebanyakan Muslim, Walikota di Prancis Didenda Dua Ribu Euro

0
163
Menard
Menard

PARIS (fokusislam) – Seorang wali kota di Prancis didenda 2.000 euro (atau sekitar Rp28 juta) atas tuduhan menyebarkan kebencian dengan menyatakan bahwa terlalu banyak siswa Muslim di sekolah-sekolah di kotanya. Robert Menard, wali kota Beziers, yang terletak di Prancis bagian tenggara, merupakan kader Partai Front Nasional yang antiimigran.

Pada tanggal 1 September 2016, bertepatan dengan hari pertama tahun ajaran baru di Prancis, ia mencuitkan pesan bahwa dirinya menyaksikan “perubahan besar-besaran”. Itu istilah yang digunakan untuk menggambarkan dugaan penggusuran populasi Kristen kulit putih Prancis oleh para pendatang asing.

Pada 5 September, Menard mengatakan di stasiun televisi LCI, “Di sebuah kelas di pusat kota saya, sebanyak 91% muridnya adalah Muslim. Jelas, ini adalah masalah. Ada batasan untuk toleransi.”

Namun Menard berkilah bahwa ia tidak bermaksud untuk memberikan penilaian atau berkata rasis

“Saya sekadar menggambarkan situasi di kota yang saya pimpin. Ini bukan sebuah penilaian, ini adalah fakta. Itulah hal yang bisa saya lihat.” katanya yang dikutip dari BBC, Kamis (27/4/2017).

Mendapat denda sebanyak itu,  Menard mengatakan naik banding atas putusan tersebut.

Menard, yang sangat keras mengecam persoalan imigrasi Prancis, adalah seorang politikus independen yang didukung oleh partai ekstrem kanan Front Nasional (FN). Pemimpin partai ini, Marine Le Pen, akan bertarung menghadapi calon dari kelompok tengah, Emmanuel Macron, dalam putaran kedua pemilihan presiden pada 7 Mei mendatang.

Le Pen mundur sementara dari posisinya sebagai presiden Front Nasional, dalam upaya untuk memposisikan dirinya sebagai ‘calon presiden untuk rakyat. (azman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here