Ketika BJ Habibi Mengunjungi Calon-Calon Ulama Indonesia di Kota Madinah

0
1010

MADINAH (fokusislam) – Mantan Presiden Indonesia, Baharuddin Jusuf Habibie menyempatkan diri berkunjung ke Kota Nabi, Madinah Al-Munawwaroh. Kunjungan dilakukan oleh mantan Presiden Indonesia ke-3 itu setelah menghadiri serangkaian acara Islamic Development Bank Group 42nd Annual Meeting yang berlangsung di Hotel Hilton Jeddah 14-18 Mei 2017.

Saat berada di Madinah, mantan presiden RI ke-3 itu berkenan berbagi cerita, pengalaman dan motivasi kepada para mahasiswa Universitas Islam Madinah. Walau terbatas, pertemuan yang berlangsung di Hotel Oberoi (18/05) ini cukup hangat. Tak kurang dari dua jam penasehat presiden IDB ini berbicara di hadapan mahasiswa.

Dikutip dari PPMI Madinah, Ahad (21/5/2017), Habibie memotivasi mahasiswa untuk belajar setinggi mungkin di bidang yang diminati. Kerena menurutnya, mahasiswa-mahasiswa inilah yang berhak berkhotbah di mimbar-mimbar, bukan yang bermain politik.

Tak lupa Habibie mengingatkan mahasiswa agar jangan terjun ke dunia politik setelah lulus nanti. Ia memberikan alasan, sangat sia-sia kalau setelah belajar agama sesampainya di Indonesia terjun ke dunia politik.

“Tapi kalau anda pulang ke Indonesia kemudian bermain politik juga, itu gak bener namanya,” ungkap Habibie.

Ia menambahkan “Melihat kenyataan di Indonesia, politik itu bukan jalannya anak-anak seperti kalian.”

Habibie mengaku, selama ia belajar tak pernah berkeinginan menjadi presiden.

“Eyang tidak pernah berkeinginan setelah tamat S1, S2 dan S3 langsung jadi presiden,” akunya.

Suami dari Hasri Ainun ini mengaku bahwa dirinya merupakan konsumen para pembelajar agama.

“Kami ini konsumen anda, dan anda pun konsumen kami. Anda mengkonsumsi produk kami yang berupa pesawat, maka kami mengkonsumsi apa yang anda khotbahkan,” ujarnya.

Tak lupa, BJ Habibie juga menyemangati mereka agar memiliki karya sendiri, sehingga kedepannya nanti bisa mandiri.  Di ujung pertemuan, Habibie mengingatkan agar ketika pulang dan berdakwah di Indonesia nanti, hendaknya berdakwah dengan bahasa yang mudah dipahami. (azman)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here