Ketika Syaikh Shalih Al-Fauzan Ditanya Tentang Putusnya Hubungan Arab Saudi-Qatar

1
10970
Syaikh Shalih Al-Fauzan ketika disambut oleh Syaikh Shalih Al-Mughamizi
Syaikh Shalih Al-Fauzan ketika disambut oleh Syaikh Shalih Al-Mughamizi

JAKARTA (fokusislam) – Akhir pekan lalu, beberapa negara di Timur Tengah memutuskan hubungan diplomasi dengan Qatar. Negara-negara yang memutuskan hubungan diplomasi tersebut adalah Arab Saudi, Uni Emirat, Mesir dan Bahrain.

Bergejolaknya situasi politik di kawasan Timur Tengah sedikit banyak membuat para penuntut ilmu dan kaum muslimin yang awam “terseret arus”. Tidak sedikit dari mereka yang ikut-ikutan berbicara tentang hal tersebut, lebih khusus tentang Kerajaan  Arab Saudi yang memutuskan hubungan dengan Qatar.

Lalu, bagaimanakah seharusnya seorang muslim bersikap terkait hal itu?. Berikut jawaban dari Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan, ulama senior di Arab Saudi saat ditanya tentang kondisi tersebut.

“Tidak boleh untuk ikut-ikutan berbicara dalam perkara-perkara ini, karena hal itu akan mengotori hati dan menambahkan benih perpecahan di antara sesama kaum muslimin,” kata Syaikh Shalih Al-Fauzan.

Lebih lanjut, Syaikh Fauzan juga menasihati kaum muslimin untuk mengisi bulan Ramadhan yang tinggal tersisa beberapa pekan lagi, demikiann dikutip dari hawamer, Selasa (6/5/2017).

“Biarkanlah perkara ini diurus oleh para penguasa dan polistisi. Untuk apa engkau masuk ke dalam perkara ini. Berpuasalah, shalat-lah, bacalah Al-Quran dan jangan sia-siakan bulan Ramadhan,” tutupnya. (azman)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here