​Pertemuan Para Dai Edisi III di Padang : Media Persatuan Umat

0
370

PADANG (fokusislam) – Pertemuan da’i dan ulama dari berbagai belahan dunia di Kota Padang menjadi media persatuan dan persaudaraan umat. Momen ini menyatukan para pemikir Islam untuk menguatkan dakwah dan mencerdaskan umat serta mengokohkan konsep wasathiyah.

Hal ini dikatakan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat membuka Multaqa III tingkat Asia Tenggara dan Afrika di Masjid Raya Sumatera Barat, Senin (17/7/2017).

“Pertemuan ini (multaqa da’i) adalah media persatuan dan persaudaraan umat,” kata Gubernur Irwan.

Ia berharap dari pertemuan ini melahirkan pemikiran yang memberikan inspirasi dan solusi untuk kemajuan umat Islam di seluruh dunia.

“Diharapkan dari Padang ini lahir komitmen yang memberikan solusi bagi umat Islam di seluruh dunia,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Irwan Prayitno juga mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara akbar di Kota Padang. Terutama kepada Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran dan kepada Syeikh Khalid Al Hamudi selaku pembina yayasan Al Manarah Al Islamiyah Foundation yang turut mempanitiai multaqa da’i ini.

“Apresiasi dan terimakasih saya ucapkan kepada Walikota Padang yang bersedia menjadi tuan rumah dan Yayasan Al Manarah serta semua pihak atas terselenggaranya multaqa da’i di Padang,” ungkap Irwan.

Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, kesediaan Kota Padang menjadi tuan rumah didasari kekuatan semangat religius masyarakat Minangkabau. Sejak dulu, falsafah hidup orang Minangkabau adalah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Padang siap menjadi tuan rumah pertemuan da’i III  setelah mengajak Syeikh Khalid datang ke Padang dan bertemubsejumlah tokoh,” sebut Mahyeldi.

Sejatinya, lanjut Mahyeldi, rangkaian kegiatan multaqa da’i III ini dimulai sejak 8 Juli lalu, yaitu dalam bentuk Lomba Tahfiz Qur’an dan Hadis, Subuh Berjamaah, ceramah maghrib, juga peletakkan batu pertama pembangunan Pusat Studi Al Qur’an inisiasi Baznas Kota Padang.

Menurut Mahyeldi lagi, pertemuan ini juga nengokohkan ikatan kuat antar bangsa, khususnya antara Minangkabau dan Arab Saudi. Puluhan bahkan ratusan mahasiswa asal Padang telah belajar dan berguru kepada ulama-ulama Arab Sadi. Sejarah mencatat, Ahmad Khatib Al Minangkabawi  dan Yasin Padang. Hari ini juga ada Abdullah Al Minangkabawi dan Yusuf Padang yang menjadi dosen Universitas Islam Saudi Arabia.

“Ini membuktikan ikatan dan hubungan kita masih kuat hingga sekarang,” tukas Wako Mahyeldi.

Syeikh Khalid Al Hamudi dalam sambutannya menyinggung pentingnya pengembangan konsep dakwah seperti dakwahnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yaitu dakwah yang moderat, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. 

“Konsep dakwah yang dikembangkan seperti dakwahnya Rasulullah. Moderat. Tidak ekstrim kiri dan kanan, tapi mencerdaskan umat dan mengokohkan wasathiyah,” katanya.

Menariknya dalam pertemuan ini hadir tamu-tamu yang terbilang istimewa, diantaranya, mantan Presiden Sudan Abdurrahman Sawar el Zahab, Duta Besar Arab Saudi Untuk Indonesia Brigjen Usamah As Syuaibi, Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara Ust. Zaitun Rasmin Lc serta yang paling banyak mendapat perhatian peserta lainnya adalah kehadiran gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Setelah pembukaan di Masjid Raya Sumbar itu, para peserta Multaqa III langsung bertolak ke Hotel Grand Inna Padang, tempat dipusatkannya seminar dan pertemuan. (azman/humas kota padang) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here