DKM Masjid Imam Ahmad bin Hanbal: Intimidasi & Teror Sudah Dilakukan Berulangkali, Pemkot Harus Tegas

0
6099

BOGOR (Fokusislam) – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Imam Ahmad bin Hanbal (MIAH), Bogor membuat pernnyataan resmi atas kejadian unjuk rasa oleh sekelompok massa yang menyatakan keberatan atas kegiatan pembangunan Masjid tersebut, Senin 7 Agustus 2017 kemarin. Di dalam siaran pers yang dibagikan kepada wartawan, Selasa 8 Agustus 2017 sore di lokasi pembangunan MIAH, dijelaskan bahwa ada sekelompok massa yang melakukan intimidasi yang mengakibatkan terhentinya kegiatan pembangunan.

Juru bicara MIAH, Ahmad Abdul Aziz menjelaskan kepada wartawan, intimidasi sudah terjadi berulang kali. Bahkan kelompok massa ini sempat melakukan pencopotan papan nama Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Bogor. “Upaya mediasi yang dilakukan Camat Bogor Utara gagal karena suasana yang tidak kondusif. Namun, massa yang tidak diketahui asal-usulnya kembali melakukan intimidasi dan teror di lokasi pembangunan. Mereka melakukan tindakan anarkis dengan memaksa mmemasuki lokasi dan melemparkan batu dan merusak pintu dan pagar proyek. Mereka juga mengancam akan melakukan pembakaran jika kegiatan pembangunan tidak dihentikan,” kata Ahmad.

Perlu diketahui bahwa MIAH taat kepada hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak berdirinya pada tahun 2001 hingga saat ini. Pembangunan MIAH yang dilakukan berdasarkan IMB nomor 654.8/SK.151-Diskim-tahun 2001 tersebut selanjutnya diputuskan untuk direnovasi total karena kebutuhan ruang yang lebih luas. Sehubungan dengan hal tersebut sejak Februari tahun 2016 DKM MIAH mulai melakukan pengumpulan kelengkapan persyarata dan pengurusan IMB.

Alhamdulillah pada tanggal 29 September 2016, IMB diterbitkan oleh Pemda Kota Bogor dengan Nomor: 645.8–1014-BPPTPM-IX/2016. Berdasarkan IMB tersebut, pembangunan masjid mulai dilaksanakan pada bulan Oktober 2016. Pembangunan ini kemudian harus dihentikan sementara setelah berjalan kurang lebih satu bulan karena adanya intimidasi dan teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan atas arahan Bapak Walikota Bogor pada pertemuan tanggal 9 Desember 2016.

Ahmad mengungkapkan dalam siaran persnya, sesuai arahan Bapak Walikota pada pertemuan tersebut, DKM MIAH telah melakukan berbagai upaya pendekatan, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak baik insitusi formal maupun informal dan melaporkan hasilnya kepada Bapak Walikota Bogor dengan tembusan kepada instansi terkait. “Namun, disisi lain arahan Walikota Bogor kepada pihak yang menentang untuk mencabut spanduk-spanduk provokasi dan fitnah sampai ini tidak dilakukan. Hal ini juga menunjukkan ketidakpatuhan atas arahan Bapak Walikota dan tidak adanya itikad baik dari pihak-pihak yang menentang pembangunan MIAH,” kata Ahmad.

Dengan kesabaran sekitar 8 bulan menunggu situasi yang kondusif dan sesuai dengan IMB yang telah dimiliki serta karena kerinduan kaum muslimin untuk mengumandangkan adzan dan menegakkan sholat berjamaah serta menuntut ilmu yang bermanfaaat, maka pembangunan MIAH dimulai kembali pada tanggal 30 Juli 2017. Adzan dan sholat berjamaah juga telah dimulai kembali dengan fasilitas yang seadanya.

Ahamd menjelaskan, sehubungan hal-hal tersebut DKM MIAH sangat berharap agar negara dapat hadir dan memberikan perlindungan hukum dalam kelancaran pembangunan masjid kaum muslimin yang telah memiliki perijinan yang sah. Negara harus mampu memberikan perlindungan yang cukup terhadap hak-hak warganegara dalam peribadatan yang dijamin oleh undang-undang RI. Negara harus dapat menegakkan hukum kepada pihak-pihak yang melakukan tindakan-tindakan melawan hukum yang sampai saat ini tersentuh hukum.

“Hanya kepada Allah Ta’ala sajalah kami bertawakal dan memohon perlindungan-Nya. Semoga Allah Azzawajalla menggerakkan hati-hati manusia yang masih mencintai Allah untuk melindungi pembangunan rumah Allah tempat manusia ruku dan sujud kepada-Nya,” kata Ahmad

(eri)
Sumber: Siaran Pers DKM Masjid Imam Ahmad bin Hanbal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here