ARM Kenalkan Prosesor Hemat Energi Terbaru

0
125

Hari ini ARM memperkenalkan arsitektur prosesor terbaru untuk aplikasi gadget hemat daya, Cortex A35, di sebuah event konverensi TechCon yang diselenggarakan ARM di California. ARM menggunakan strategi segmentasi yang berbasis kebutuhan daya dan performa yang sesuai kebutuhan gadget. Dalam hal ini produk Cortex-A dibagi ke dalam 3 kategori: performa tinggi, efisiensi tinggi dan efisiensi sangat tinggi. Untuk performa tinggi ARM memiliki cortex A53 dan A72 yang sudah diaplikasikan pada berbagai produk smartphone dan tablet premium sebagai “big” core pada konfigurasi big.LITTLE, lalu A53 yang lebih hemat daya yang berperan sebagai “LITTLE”.

Cortex A35 sendiri masuk ke dalam segmen efisiensi sangat tinggi dengan konsumsi daya di bawah ~125 miliWatt (mW) dimana saat ini masih diisi oleh Cortex A7 dan A5 yang teknologinya sudah cukup usang. Padahal selama ini kita ketahui bahwa A53 merupakan menerus A7, namun ternyata ARM mengkategorikan A53 sebagai penerus A9.

ARM memberi gambaran bahwa A35 mengkonsumsi daya sekitar 90 mW pada proses manufaktur 28 nm dengan frekuensi 1 GHz. Namun dengan proses yang lebih kecil lagi seperti 16/14 nm terbaru saat ini maka A35 bisa mencapai lebih dari 2 GHz dengan konsumsi daya yang setara cortex A53 saat ini.

Keberadaan A35 melengkapi lini prosesor berteknologi ARMv8 yang meliputi berbagai kebutuhan performa dan efisiensi daya. Dengan begitu pabrikan prosesor bisa mendesain prosesor dengan kombinasi tiga klaster unik yang menghandle berbagai level kebutuhan komputasi dan konsumsi daya.

Pada frekuensi dan ukuran proses manufaktur yang sama, A35 menjanjikan konsumsi daya 10% lebih rendah dengan peningkatan performa sebesar 6 hingga 40 persen dibanding A7 tergantung berbagai kasus penggunaan. Untuk kemampuan kalkulasi sendiri (floating point) meningkat sebesar 36% dibanding A7. Uniknya lagi A35 memiliki potensi untuk sanggup mencapai 80-100% performa A53 dengan konsumsi daya hanya 68% dan ukuran area silikon prosesor sebesar 75% saja.

ARM mengklaim bahwa A35 bisa dikonfigurasikan bersama A53 membentuk big.LITTLE A35-A53. Akan tetapi kemungkinan besar produsen prosesor tidak menggabungkan A35 dengan A53 namun justru lebih memilih mengganti A53 dengan A35 dan mengkonfigurasikannya bersama A72 mengingat ukuran core prosesor A35 yang lebih kecil sehingga membuat biaya produksi dan konsumsi daya lebih rendah.

Saat ini A35 menjadi arsitektur prosesor ARM yang bisa memberi berbagai pilihan bagi produsen prosesor dalam proses desainnya, mulai dari hanya inti prosesornya saja atau bisa memilih komponen komputasi lainnya seperti NEON, Crypto, ACP atau mungkin blok memori L2 cache. ARM mengharapkan prosesornya bisa diaplikasikan pada berbagai variasi segmen produk smartphone, tablet atau berbagai gadget digital lainnya mulai dari yang murah hingga kelas premium. Mulai gadget berukuran mini seperti jam tangan pintar, kacamata pintar, berbagai IoT (Internet of Things) hingga gadget besar semisal smartphone dan tablet.

Diharapkan berbagai produk yang menerapkan prosesor Cortex A35 mulai tersedia di pasaran pada akhir 2016.

Pen: Yosiacs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here