Klarifikasi Ajakan Petisi Cabut Pembekuan IMB Masjid Imam Ahmad bin Hanbal

0
850

Editorial

Bismillah.
Alhamdulillah, terima kasih atas perhatian para pembaca pada berita dan tulisan yang diposting di fokusislam.com. Pernah satu kali berita di fokusislam.com di viralkan dengan diberi pengantar yang isinya ditambah-tambah sehingga dapat menyesatkan pembaca dalam memahaminya.

Terakhir, berkaitan dengan tulisan Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA yang merupakan Dosen STDI Imam Syafii Jember yang berjudul: “Pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal dari Tinjauan Hukum Negara dan Hukum Agama”, (http://fokusislam.com/8574-pembangunan-masjid-imam-ahmad-bin-hambal-dari-tinjauan-hukum-negara-dan-hukum-agama.html).
Tulisan tersebut dijadikan sumber atas ajakan dukungan sebuah Petisi Cabut Pembekuan IMB Masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Petisi ini di luncurkan melalui www.change.org.

Pihak Redaksi ingin mengklarifikasi bahwa fokisislam tidak terkait dengan ajakan Petisi tersebut. Tulisan Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA sebagai narasumber fokusislam.com semata-mata adalah tinjauan ilmiah atas persoalan penolakan pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal (MIAH) yang telah memiliki IMB.

Redaksi jug menerima klarifikasi pihak manajemen MIAH dan pihak STDI Imam Syafii Jember karena berkaitan dengan status Dr. Ali Musri Semjan Putra sebagai pengajar di Sekolah Tinggi tersebut.

Manajemen DKM dan Tim MIAH menyatakan rasa syukur atas semangat, dukungan dan peran serta dari kaum Muslimin, Muhsinin untuk penyelesaian pembangunan Rumah ALLAH Masjid MIAH.

Namun untuk antisipasi dampak buruk, efektifitas dan termanagenya setiap dukungan dalam bentuk apapun mohon disalurkan melalui managemen DKM MIAH. Kiranya tidak dilakukan langkah-langkah apapun termasuk petisi tersebut diluar keputusan Manajemen DKM MIAH.

Klarifikasi secara resmi disampaikan oleh Ketua STDI Imam Syafii Jember, Dr. Muhammad Arifin Badri, MA. Dinyatakan bahwa STDI IMAM SYAFII JEMBER tidak pernah membuat ajakan menandatangani PETISI tentang KASUS MIAH (Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal). Pembuat Petisi adalah bukanlah dosen atau staf di STDI IMAM SYAFII.

Sebagai Ketua STDI IMAM SYAFII, Ustadz Arifin menyatakan berlepas diri dari ajakan petisi tersebut. Ustadz Arifin juga menyeru kepada semua pihak terkait, Pengurus MIAH, pihak yang berkeberatan dan juga jajaran pemerintah terkait untuk kiranya dapat segera duduk bersama dengan semangat UKHUWAH ISLAMIYYAH

Sepatutnya semua pihak mengingat bahwa Masjid adalah rumah Allah, yang pasti semua pihak terlibat dalam masalah ini akan mempertanggungjawabkan sikapnya di Hadapan Allah, di dunia hingga di akhirat. Bila ada perbedaan sikap, pendapat dan keyakinan maka sepatutnya didiskusikan, dan dimusyawarahkan antara ahli ilmu, bukan dengan melarang berdirinya rumah Allah Taala

Semoga ummat Islam dapat bersatu, bijak dalam menyikapi setiap masalah, dan perbedaan dengan mengedepankan semangat mencari keridhoan Allah, bukan ego dan emosi pribadi. Semoga klarifikasi ini dapat dipahami sebagaimana mestinya. Aamiin. Demikian Ustadz Arifin menutup klarifikasi tertulisnya.

Eri Eko Putranto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here