Catatan Vonis 8 tahun mantan hakim MK, Patrialis Akbar

0
982

*)S. Abu Hijroh

Ada 4 catatan penting yang sangat serius untuk dicermati dalam penegakan hukum di negeri kita ini, khususnya vonis 8 tahun terhadap mantan hakim Mahkamah Konstitusi, DR H Patrialis Akbar, SH MH, oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta beberapa waktu yang lalu

Pertama, Penangkapan Patrialis Akbar yang diumumkan oleh KPK sebagai OTT atau operasi tangkap tangan, di persidangan sama sekali tidak ada saksi ataupun bukti yang mengarah kesana

Kedua, skandal wanita yang bernama “Anggita” yang lebih nampak sebagai upaya indikasi pembunuhan karakter dan menghancurkan harkat dan martabat seorang patrialis Akbar, dengan tidak ada nya saksi dan bukti yang mengarah adanya kaitan hal diatas dengan jabatan beliau sebagai hakim Mahkamah Institusi pada waktu itu.

Ketiga, penangkapan yang sebelumnya dilakukan penyadapan secara sistematis dan terstruktur, dibuktikan dengan dakwaan yang lebih kearah halusinasi penyidik KPK yang sangat terkesan dipaksakan oleh sebuah kondisi, mengedepankan alibi dan asumsi sehingga mudah terbantahkan oleh awam sekalipun.

Keempat, tuntutan yang menguatkan ketiga point diatas dan bahkan cenderung mengabaikan barang bukti dan pernyataan saksi-saksi pada proses persidangan.

Dari sisi pemilihan bahasa saja secara kualitatif lebih mengarah ke fakta hukum yang fiktif, arogansi penuntut umum dan rekayasa intelektual yang sama sekali mengabaikan kaidah hukum acara yang tercantum dalam KUHAP.
Belajar dari banyak perkara hukum yang yang telah lalu, dikutip dari berbagai sumber, fakta berbicara bahwasanya peradilan dalam hal ini penyidik, jaksa penuntut umum dan hakim sekalipun kecenderungan mengabaikan fakta persidangan sangatlah besar secara kwantitas dan termasuk diantaranya vonis 8 tahun terhadap seorang hakim Mahkamah Konstitusi “Patrialis Akbar”.

Kemana lagi “keadilan” kita pertaruhkan kecuali kepada Allah Ta’ala yang maha benar dan adil, dan bahwasanya setiap apapun yang kita lakukan adalah akan dipertanggung jawabkan dihadapan persidangan Allah Yang Maha Akhir dan Yaumil hisab nanti termasuk kepada diri penulis, para hakim, jaksa, penyidik dan kita semuanya.
Wallahu a’lam bissawab

*) Konsultan Hukum di Kantor Hukum Peduli Muslim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here