Menikmati Teh Berdaun Nikna Hangat di Tengah Hawa Dingin Kota Thaif, Puncak Saudi

0
136

THAIF (fokusislam) – Thaif adalah kota yang tak terlupakan saat dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wassalam di Jazirah Arab Saudi terkenal sebagai negeri gurun pasir. Thaif adalah kota yang sejuk di tengah hamparan padang pasir yang panas. Bayangkan kesejukan seperti di kawasan puncak Bogor.

Kamis (14/09), Tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah melakukan kunjungan liputan ke wilayah Thaif. Di sana terdapat sejumlah peninggalan sejarah, antara lain: Masjid Abdullah ibn Abbas, Masjid Addas, Masjid Ku’ dan lainnya.

Perjalanan menuju Thaif, memang mirip jalur ke Puncak, Bogor. Jalanan bekelok menyuguhkan pemandangan bukit nan indah.  Bedanya, jika sisi kanan kiri Puncak Bogor adalah kebun the, Thaif tetap menyuguhkan pemandangan khas Arab Saudi, yakni gunung berbatu. Kedua wilayah ini memiliki persamaan berupa udara yang relatif sejuk, cenderung dingin. 

Memasuki Kota Thoif, banyak dijumpai taman hiburan lengkap dengan wahana kincir angin dan aneka permainan layaknya taman rekreasi.  Thaif memang menjadi destinasi wisata akhir pesan bagi masyarakat Arab. Banyak vila-vila dibangun sebagai tempat singgah wisatawan, lengkap dengan fasilitas permainan.

Kota Thaif berjarak sekita perjalanan 1.5 jam dari Kota Makkah. Posisi Thaif berada di ketinggian  1.700 meter di atas permukaan laut. Karena cuaca yang sejuk, Penduduk di sini juga memiliki sejumlah perkebunan sayur dan buah-buahan, seperti sawi, delima, dan anggur. 

Jika di Puncak banyak kuda, di Thaif, jamaah bisa bertemu dengan Unta. Hewan berleher panjang ini dijadikan kendaraan tumpangan bagi wisatawan yang berkenan. 

Cuaca dingin tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi hidangan hangat. Pengunjung bisa mencari tempat kaki lima dan menepi di tukang jagung bakar serta menikmati secangkir teh dengan daun Nikna atau semacam daun mint. Teh daun niknak menjadi ciri khas Kota Thaif. “Teh ini dibuat harus dengan air yang sangat mendidih sehingga tehnya benar-benar nikmat,” ujar Miqdat salah satu penjual teh. 

Teh Nikna diseduh dengan air mendidih dari teko berwarna emas yang direbus menggunakan kayu bakar. Satu gelas teh berdaun Nikna ini dibanderol Rp2 real atau sekira Rp7.000 (Rp3.500 per real). 

Meski angin bertiup dingin, namun pengujung harus ekstra hati-hati saat menyeruput teh Nikna. Jika tidak lidah akan terasa panas.

Sumber: Kemenag.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here